counter

Sprint uji coba nonton YouTube pakai 5G

Sprint uji coba nonton YouTube pakai 5G

Ilustrasi pengembangan teknologi seluler generasi kelima (5th Generation/5G). (applegazette)

Jakarta (ANTARA News) - Sprint menyelesaikan uji coba transmisi data menggunakan jaringan 5G menggunakan frekuensi tinggi spektrum 2,5GHZ di San Diego, Amerika Serikat.

"Ini langkah besar ke depan, Sprint 5G sekarang keluar dari lab dan di berada di lapangan karena kami bersiap meluncurkan secara komersial pertengahan pertama tahun ini," kata CTO Sprint, Dr. John Saw, seperti dikutip dari laman Phone Arena, Jumat.

Transmisi data tersebut menggunakan jaringan komersial dengan standard 5G, yaitu jaringan komersial 3GPPP 5G New Radio (NR). Sprint menggunakan perangkat yang memiliki bentuk seperti ponsel dan memakai chip modem Qualcomm 5G X50.

Dalam uji coba itu, Sprint disebut tanpa terputus bisa melakukan transisi dari jaringan 4G LTE-Advanced ke 5G saat sedang menonton streaming video di YouTube, berkirim Instant Messages serta panggilan audio dan video lewat Skype.

Sprint juga menggandeng Nokia untuk uji coba jaringan ini, mereka menggunakan radio dual-mode AirScale Massive MIMO milik Nokia. Teknologi dari Nokia ini menggunakan 64 transmitter dan receiver yang ditaruh di menara seluler untuk mengirim dan menerima pesan ke dan dari banyak handset.

Awal pekan ini Sprint juga melakukan panggilan video dan data dengan T-Mbile, menggunakan jaringan komersial mereka. T-Mobile memakai frekuensi rendah spektrum 600MHz, yang dapat bergerak lebih luad dan dapat masuk ke gedung-gedung lebih baik daripada frekuensi tinggi yang dipaakai Sprint.

Sprint sesumbar mereka akan jadi yang pertama untuk menyajikan jaringan 5G dan ponsel 5G di Amerika Serikat. Spring menggandeng LG untuk membawa ponsel yang "berbeda dan mengkilap" yang mendukung jaringan 5G.

Jaringan 5G Sprint akan berada di sembilan kota utama.

Baca juga: Samsung gandeng Sprint untuk ponsel 5G di AS

Baca juga: HTC dan Sprint bakal rilis "smart hub mobile" 5G

 

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar