counter

Fed: Pasar tenaga kerja ketat, prospek ekonomi AS masih positif

Fed: Pasar tenaga kerja ketat, prospek ekonomi AS masih positif

Illustrasi: Seorang warga sedang berbelanja di Walmart, Georgia, Amerika Serikat. Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan melambat, meski masih positif. (REUTERS/Nandita Bose)

Washington (ANTARA News) - Pasar tenaga kerja semakin ketat di seluruh Amerika Serikat, karena perusahaan-perusahaan kesulitan menemukan pekerja di tingkat keterampilan apa pun dan upah secara umum tumbuh moderat, Federal Reserve (Fed) mengatakan pada Rabu (16/1) dalam laporan terbarunya tentang ekonomi.

Laporan Beige Book bank sentral AS, potret ekonomi yang diperoleh dari diskusi dengan kontak-kontak bisnis, menemukan pasar tenaga kerja yang ketat di semua 12 distrik The Fed, dengan mayoritas melaporkan kenaikan upah moderat.

Mayoritas distrik juga melaporkan kenaikan harga rendah hingga moderat dengan sejumlah tarif-tarif yang lebih tinggi telah mendorong biaya-biaya naik.

The Fed melaporkan bahwa prospek ekonomi pada umumnya positif, tetapi menambahkan bahwa banyak distrik mengatakan kontak-kontak bisnis kurang optimistis, karena peningkatan volatilitas pasar keuangan, kenaikan suku bunga jangka pendek, penurunan harga energi, serta peningkatan ketidakpastian perdagangan dan politik.

Dampak dari penutupan sebagian pemerintah AS, sekarang di minggu keempat, tampaknya diredam, ketika informasi untuk Beige Book dikumpulkan.

Satu-satunya penyebutan dampak yang terkait dengan penutupan datang dari Fed Chicago, yang mengatakan petani dan lainnya menghadapi ketidakpastian yang lebih besar karena lambatnya rilis laporan-laporan pertanian pemerintah. Pembayaran kepada para petani yang terkena dampak tarif juga terganggu oleh penutupan.

The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan lalu, kenaikan keempat selama 2018.

Tetapi dengan inflasi tidak menunjukkan tanda-tanda naik di atas target The Fed 2,00 persen, dan meningkatnya kekhawatiran tentang kebijakan perdagangan dan pertumbuhan global yang melambat, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral akan mengambil pendekatan "sabar" untuk kenaikan suku bunga tahun ini.

Sekarang, karena penutupan pemerintah yang lama mengancam pertumbuhan lebih lanjut dan The Fed mulai mempersiapkan pertemuan kebijakan berikutnya akhir bulan ini, banyak rekan pembuat kebijakan Powell menggemakan sentimen itu.

Beige Book menawarkan sebuah jendela ke apa yang dilihat dan didengar pembuat kebijakan di distrik mereka sendiri, informasi yang biasanya mereka tarik ketika mereka mengemukakan pandangan mereka sendiri tentang ekonomi pada pertemuan penetapan suku bunga Fed.

Powell khususnya telah mengatakan dia memperhatikan dengan cermat anekdot-anekdot semacam itu untuk menilai ke mana arah ekonomi sebelum terlihat jelas dalam data.

Beige Book terbaru disiapkan oleh Fed Chicago berdasarkan informasi yang dikumpulkan pada atau sebelum 7 Januari 2019. Demikian laporan yang dikutip Reuters.

Baca juga: Dolar sedikit menguat, pasar khawatir pertumbuhan ekonomi Eropa

Baca juga: Wall Street menguat, saham perbankan melonjak tembus delapan persen

Baca juga: Harga minyak naik, OPEC kurangi pasokan



 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indef nilai ekonomi dunia perkuat nilai tukar rupiah

Komentar