counter

Presiden Trump: Pembicaraan Korea Utara produktif, pertemuan puncak akan berlangsung di Hanoi

Presiden Trump: Pembicaraan Korea Utara produktif, pertemuan puncak akan berlangsung di Hanoi

Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berdiri menjelang pertemuan bilateral dalam KTT di antara kedua pemimpin di Hotel Capella di Pulau Sentosa di Singapura pada 12 June 2018. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Jumat, para diplomat AS mengadakan "pertemuan yang sangat produktif" dengan para pejabat Korea Utara dan ia mengumumkan pertemuan puncaknya akhir bulan ini dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan diadakan di Hanoi, ibu kota Vietnam.

"Wakil-wakil saya baru saja meninggalkan Korea Utara setelah mengadakan pertemuan yang sangat produktif dan menyepakati waktu dan tanggal bagi pertemuan puncak kedua dengan Kim Jong Un. Pertemuan itu akan berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada 27 dan 28 Februari," kata Trump di Twitter.

"Saya ingin sekali bertemu Ketua Kim & memajukan perdamaian!" kata dia, demikian Reuters melaporkan.

Awal pekan ini, Trump mengumumkan tanggal pertemuan puncak kedua dengan Kim dan mengatakan pertemuan itu akan diadakan di Vietnam, tetapi kotanya belum diungkapkan.

Baca juga: Diktaktor menjadi negosiator, pencitraan Kim Jong Un setahun terakhir

Stephen Biegun, wakil khusus AS untuk Korea Utara, mengadakan pembicaraan tiga hari di Pyongyang untuk mempersiapkan pertemuan puncak tersebut, kata Departemen Luar Negeri AS pada Jumat.

Dikatakan, Biegun telah menyepakati dengan mitra sejawatnya Kim Hyok Choi untuk bertemu lagi menjelang pertemuan puncak itu.

Dalam pembicaraan mereka di Pyongyang sejak Rabu hingga Jumat, Biegun dan Kim Hyon Chol "membahas kemajuan komitmen-komitmen yang Presiden Trump dan Ketua Kim capai di Singapura pada Juni lalu mengenai penghapusan senjata nuklir (denuklirisasi) penuh, transformasi hubungan AS-DPRK, dan membangun perdamaian lestari di Semenanjung Korea," kata Deplu AS.

Baca juga: Kesempatan kedua bagi Trump-Kim raih momentum perundingan denuklirisasi

Pernyataanya, yang merujuk kepada Korea Utara yang nama resminya Democratic People`s Republic of Korea, tidak memberikan indikasi kemajuan dalam pembicaraan tersebut.

Redaktur: Eliswan Azly

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar