counter

Puskesmas di Tangerang-Banten diwajibkan miliki data kesehatan penduduk

Puskesmas di Tangerang-Banten diwajibkan miliki data kesehatan penduduk

TANGERANG, 24/1 - GIZI ANAK INDONESIA. Seorang warga memeriksakan kesehatan bayinya di Puskesmas Tanah Tinggi, Tangerang, Banten, Senin (24/1). Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa 36,8 persen balita di Indonesia memiliki tinggi badan di bawah standar hal tersebut menunjukkan, angka kesehatan mayoritas warga di tanah air masih ada di bawah standar. FOTO ANTARA/Lucky.R/Koz/Spt/11.

Tujuannya agar warga yang terkena penyakit dengan cepat dapat diobati melalui puskesmas setempat sehingga tidak ada lagi istilah telantar
Tangerang, Banten (ANTARA News) - Aparat Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mengharuskan setiap puskesmas memiliki data tentang kesehatan penduduk setempat agar mudah dikontrol dan tidak ada penduduk yang telantar dalam pelayanan medis.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kabupaten Tangerang, Corah Usman, di Tangerang, Senin mengatakan setiap warga memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan medis.

"Ini mengacu pada Permenkes No.39 tahun 2016 tentang Pedoman Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK)," katanya.

Menurut dia, tujuannya agar warga yang terkena penyakit dengan cepat dapat diobati melalui puskesmas setempat sehingga tidak ada lagi istilah telantar.

Pendataan petugas, kata dia, sangat penting karena dapat mengetahui kondisi kesehatan dan alamat rumah serta kepala keluarga yang bertanggung jawab.

Setelah dilakukan pendataan itu, maka keluarga diharapkan dapat terlayani menyangkut medis sehingga penyakit dapat diobati.

Ia menambahkan jumlah puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang sebanyak 39 tempat dan dominan di antaranya memiliki rawat inap, sehingga apabila ada warga setempat yang sakit dapat ditangani tanpa harus merujuk ke RSU setempat.

Sedangkan puskesmas yang ada melayani warga tersebar pada 29 kecamatan, 246 desa dan 28 kelurahan.

Pihaknya berharap agar warga dapat melaporkan jika ada petugas puskesmas yang tidak dapat melayani medis secara baik.

Menurut dia pendataan itu bertujuan agar warga Kabupaten Tangerang sehat di antaranya agar bayi harus mendapatkan imunisasi lengkap.

Demikian pula bayi diharapkan mendapatkan ASI minimal selama enam bulan agar sehat dalam pertumbuhan dan berkembang tubuh anak.

Petugas puskesmas juga mendata setiap keluarga yang merokok, agar dapat dihindari karena berdampak terhadap bayi atau ibu yang sedang hamil.

Dalam pendataan itu juga menyangkut pengunaan air bersih oleh keluarga apakah dari sumber PDAM setempat atau sumur keluarga, demikian Corah Usman.

Baca juga: Tangerang target satu puskesmas di dua kelurahan

Baca juga: Dinkes Tangerang Masukan Pengobatan Tradisional ke Puskesmas

Pewarta: Adityawarman(TGR)
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PLN UID Banten kampanyekan penggunaan kompor listrik ke warga

Komentar