Jakarta (ANTARA News) - Sebagai publik figur, apapun kegiatan yang dilakukan Sandra Dewi akan menjadi perhatian masyarakat, termasuk warganet. Tak heran jika dirinya juga mengalami yang namanya mom shamming.

Mom shamming terjadi seiring dengan perkembangan sosial media. Di sini, warganet atau para ibu saling memberikan komentar menjatuhkan terhadap ibu lain, baik terkait pola asuh anak hingga pemberian makanan.

Sandra mengatakan jika dirinya kerap mendapat komentar negatif terkait dengan pola asuh anak dan kegiatannya sebagai publik figur.

Baca juga: Sandra Dewi berani kejar mimpi karena nonton Disney

"Saya pernah nonton ke bioskop berdua suami, langsung ada yang komentar 'kok bisa ya anaknya ditinggalin, tega banget. Kok bisanya punya anak tapi tetap cantik pasti enggak ngurusin anaknya deh'," ujar Sandra dalam acara kampanye Mothercare "Senangnya Jadi Ibu" di Jakarta, Selasa.

"Padahal, selama 13 bulan ini, saya cuma dua kali ke bioskop. Dan anakku juga ada di situ, sama keluarga aku di bawah, nunggu di restoran," kata dia.

Menurut Sandra melakukan me time adalah hal yang wajar untuk seorang ibu. Sebab, orang ibu juga memerlukan waktu untuk merilekskan pikiran.

Baca juga: Hindari sakit pinggang, Sandra Dewi rajin yoga

"Kalau ada yang me time enggak apa-apalah. Kita butuh me time. Kita ini tidur udah enggak nyenyak, perlu lah sekali-sekali me time, untuk merefresh pikiran," jelas Sandra.

Ibu satu anak itu, termasuk yang cuek dengan omongan orang lain. Dirinya merasa lebih mengenal anak dan suami sehingga tahu mana yang terbaik untuk diberikan.

“Aku sih udah biasa, biasanya ibu lain juga yang ngomong. Yang penting aku udah ngasih semua-semua yang terbaik ke anak. Diabaikan saja,” kata Sandra.

Baca juga: Sandra Dewi rajin olahraga gara-gara usia suami lebih muda

Baca juga: Sandra Dewi utamakan anak daripada pekerjaan


Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019