Jakarta (ANTARA News) - Parade Bedug 2007 mencapai titik akhir di Jakarta setelah sebelumnya bertolak dari Lampung pada 22 September dan berkeliling ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Kegiatan yang disponsori Sampoerna Hijau ini menggelar parade seni dan budaya di Lapangan Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu malam, dengan menghadirkan konser Ungu, Nidji, dan Andra & The Backbone. Penampilan Andra & The Backbone yang pertama menggebrak panggung Parade Bedung 2007. Grup band yang baru menelurkan satu album pada Januari 2007 ini menggeber lima lagu dari album pertama mereka. Lagu "Pujaan Hati" mengawali konser mereka, disusul berturut-turut lagu "Lagi & Lagi", "Sempurna", "Terdalam", dan "Musnah". "Kami senang bisa turut berpartisipasi dalam konser ini," ujar Andra dalam konferensi pers sebelum tampil. Suasana semakin panas pada saat Nidji tampil. Kali ini mereka membuka penampilan lewat lagu bertempo cepat "Heaven", disusul dengan "Kau dan Aku", "Tuhan" dan "Hapus Aku" sebagai penutup penampilan mereka. Aksi panggung sang Vokalis, Giring, yang atraktif membuat penonton seakan tersihir ikut larut menyanyi dan berjingkrak di depan panggung yang penuh sesak manusia. Malam semakin larut dan suasana udara dingin saat Ungu naik panggung. Grup band ini bahkan membuat penonton semakin mendesakkan diri ke depan panggung. Dua lagu religi dilantunkan Pasha "Ungu" di awal penampilan dalam Para Pencarimu" dan "Andai Kutau". Ribuan orang tumpah ruah di lapangan ini. Sebagian besar orang datang bersama anggota keluarga mereka. Selain menyaksikan konser, mereka juga bisa mengikuti berbagai permainan ketangkasan atau membeli suvenir bergambar parade bedug. Sementara itu di salah satu sisi panggung terdapat bedug terbesar di Indonesia yang sebelumnya telah ditabuh tanpa jeda dalam rangkaian perjalanan parade bedug. Bedug ini ditempatkan di atas truk trailer. Bedug terbesar yang pernah mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia ini memiliki panjang empat meter dan tinggi dua meter, terbuat dari kayu Bingkerey, yakni jenis kayu yang sangat kuat dan keras. Kulit bedugnya terbuat dari kulit kerbau yang diperoleh secara khusus di Banten. Ukuran yang besar memungkinkan bedug ini ditabuh empat orang sekaligus, dan diperlukan kekuatan penuh saat memukulnya. Setelah ditabuh selama beberapa waktu dan mengunjungi berbagai kota, bedug terbesar ini akan dikembalikan ke tempatnya di Masjid Agung Tasikmalaya. Parade Bedug 2007 adalah penyelenggaraan yang ke-10 dengan menggelar parade di Lampung, Karawang, Cirebon, Tegal, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Purwokerto, Ciamis, Tasikmalaya, Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan Jakarta. Manajer Sampoerna Hijau, Suminto Alexander mengungkapkan kegiatan ini merupakan sebuah perjalanan seni budaya yang bertujuan membangun semangat kebersamaan bagi masyarakat Indonesia di bulan Ramadhan. "Mengapa bedug sebagai pengikat kebersamaan ?! karena bedug terbesar ini ditabuh bersama-sama oleh banyak orang sehingga bedug ini juga menjadi pengikat kebersamaan," demikian ujarnya. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2007