counter

PDHI: Jabar belum terbebas dari penyakit rabies

PDHI: Jabar belum terbebas dari penyakit rabies

Vaksinasi Rabies Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB memberikan vaksin rabies pada kucing milik warga di Ciomas, Bogor, Jabar, Senin (11/11). Vaksinasi rabies dilakukan untuk mencegah serangan hewan peliharaan yang terjangkit virus rabies terhadap manusia dan penyebaran virus tersebut ke hewan peliharaan di wilayah Kabupaten Bogor. (ANTARA FOTO/Jafkhairi)

Kami 'concern' dengan vaksinasi rabies pada hewan, seperti anjing dan kucing karena wilayah di Jawa Barat belum terbebas dari penyakit rabies
Oleh Feru Lantara dan Muhammad Irwan Supriadi

Bogor, Jabar (ANTARA News) - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat II menyatakan provinsi itu belum terbebas dari penyakit rabies yang ditularkan hewan ke manusia.

"Kami 'concern' dengan vaksinasi rabies pada hewan, seperti anjing dan kucing karena wilayah di Jawa Barat belum terbebas dari penyakit rabies. Ini untuk jangka panjang Indonesia bebas rabies," kata Koordinator Humas PDHI Jabar II, drh Ika Priskayati di Bogor, Sabtu.

Menurut PDHI, penyakit rabies sering dialami anjing atau kucing dan merupakan penyakit berbahaya yang menular dari hewan itu serta bisa berunjung kematian bagi manusia yang terkena virus rabies.

Meski demikian, katanya, pihaknya belum memiliki data jumlah penderita di wilayah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok yang meninggal dunia karena rabies dari hewan tersebut.

Cara penularan virus ini, kata dia,bisa melalui gigitan, dan luka kulit terkena air liur hewan tersebut yang menderita rabies.

"Persentase bahaya rabies yang ditularkan dari hewan anjing bisa 90 persen ke manusia, dan kucing hanya 10 persen saja," kata dia.

Ia menambahkan hewan yang terindikasi rabies memiliki gejala berliur, tingkah laku pendiam menjadi lebih aktif atau sebaliknya, bersembunyi di tempat gelap dan tidak suka air.

Ada pun langkah jika terkena gigitan dan air liur hewan terjangkit rabies,yaitu dengan cara mencuci mengunakan sabun hingga bersih.Kemudian mengunakan vaksin rabies dengan mendatangi puskesmas atau rumah sakit yang menyediakan vaksin tersebut.

"Agar terhindar dari rabies hewan peliharaan wajib diberikan vaksin rabies setahun sekali," katanya.

Sebagai langkah konkret PDHI Jabar II di ulang tahun ke-66 i memberikan vaksin rebies dan konsultasi secara gratis di tiga wilayah, antara lain Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok. Sebab, wilayah PDHI Jabar II meliputi daerah tersebut.

"Rangkaian acara ulang tahun kami memberikan vaksi rabies gratis secara bertahap. Acara ini dilakukan pertama di Kota Bogor bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Bogor Bidang Pertanian atau seksi Kesehatan Hewan, kemudian dilanjutkan di daerah lain," kata dia.

Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Bogor, Patriantariksina Randusari mengapresisi PDHI II Jabar mengelar acara tersebut.

Menurutnya, edukasi, pemberian vaksin rabies, dan konsultasi sangat diperlukan bagi warga Kota Bogor yang memiliki hewan peliharaan anjing, kucing, dan musang.

Karena, katanya, rabies penyakit hewan yang bisa menular ke manusia. Maka itu Pemerintah Kota Bogor mengimbau kepada pemilik hewan peliharaan anjing, kucing dan musang untuk memberikan vaksin rabies setahun sekali.

"Supaya tidak kena penyakit rabies, sambutan warga Kota Bogor cukup baik. Acara 300 orang lebih yang hadir di acara ini," kata Patriantariksina.

Baca juga: Kementan-FAO gelar pelatihan vaksinasi kendalikan rabies

Baca juga: Terkena liur anjing rabies di daerah tubuh yang terbuka juga bisa tertular

Baca juga: Mengenali dan menghindari rabies

Pewarta: Feru Lantara dan Muhammad Irwan Supriadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satu korban gigitan anjing rabies meninggal dunia

Komentar