counter

Pemerintah masukkan pembangunan rendah karbon dalam RPJMN 2020-2024

Pemerintah masukkan pembangunan rendah karbon dalam RPJMN 2020-2024

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro usai memberikan paparan dalam acara peluncuran Jejaring Rendah Emisi di Jakarta, Selasa. (Foto ANTARA News/ Citra Maharani Herman)

Pembangunan berbasis rendah karbon atau emisi menjadi suatu keharusan yang harus dijalankan pemerintahan mendatang
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas Bambang S Brodjonegoro mengatakan telah memasukan program pembangunan rendah karbon dalam penyusunan Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-204 sebagai komitmen mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan sesuai capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

"Pembangunan berbasis rendah karbon atau emisi  menjadi suatu keharusan yang harus dijalankan pemerintahan mendatang," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro dalam acara peluncuran Jejaring Rendah Emisi di Jakarta, Selasa.

Bambang menjelaskan untuk  mencapai target peringkat 16 GDP terbesar dunia maka persoalan emisi dan lingkungan menjadi hal penting seperti yang telah  dijalankan negara-negara maju lainnya.

Bambang mengatakan menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menyatukan dua faham yakni pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan dalam mencapai target-target pembangunan.

Bambang mengungkapkan pentingnya memberikan kesadaran bagi pelaku ekonomi bahwasanya kerusakan lingkungan justru akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

"Sudah saatnya dalam melaksanakan pembangunan  memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan," kata Bambang.

Salah satu program rendah emisi dengan memperbanyak pembangkit menggunakan energi terbarukan (renewable energy) yang saat ini terus dikembangkan mulai dari tenaga surya, air, biogas untuk menggantikan bahan bakar fosil, jelas Bambang.

Bambang mengatakan untuk peralihannya memang tidak bisa drastis kebetulan Indonesia masih kaya dengan batu bara maka sementara ini masih menggunakan bahan bakar tersebut atau dikenal sebagai energy mix sedangkan untuk diesel dan gas secara bertahap mulai dibatasi.

Bambang juga menjelaskan untuk mewujudkan pembangunan rendah emisi harus mengubah pola pikir (mindset) masyarakat seperti saat beroperasinya MRT bagaimana mengubah gaya hidup masyarakat yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi beralih menggunakan MRT. 

Baca juga: Bappenas: Kebijakan pro lingkungan bantu pertahankan pertumbuhan ekonomi
Baca juga: Bappenas: Indonesia juara dalam urusan pembangunan rendah karbon
Baca juga: Sistem evaluasi pembangunan rendah emisi perlu dikembangkan

 

Pewarta: Citra Maharani Herman dan Ganet
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Target pertumbuhan ekonomi tersulit dicapai

Komentar