Tahapan pembangunan Bendungan Manikin sudah dimulai

Tahapan pembangunan Bendungan Manikin sudah dimulai

Salah satu bendungan yang sedang dibangun di NTT. Bendungan Rotiklot yang didanai APBN sebesar Rp496,97 miliar akan mampu mengaliri area persawahan padi seluas 139 hektare tanaman padi dan 500 hektare palawija dengan total debit air mencapai 3,30 juta meter kubik. (Taufik Ridwan/ANTARA News).

di antara tujuh bendungan di NTT terdapat dua bendungan yang sudah tuntas dibangun
 Kupang  (ANTARA News) - Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Agus Sosiawan mengatakan tahapan pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah dimulai.

 "Bendungan Manikin sudah kami mulai tahapannya, sekarang lagi pengukuran jalan masuknya sampai ke tapak bendungannya," sebutnya di Kupang, Rabu.

  Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kupang agar dapat difasilitasi bertemu dengan masyarakat terkait perizinan lahan.

  Menurutnya, semua proses pembangunan ini dikawal dari pihak Kejaksaan Tinggi melalui tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

  "Sehingga diharapkan ini bisa lancar dan mengurangi resiko terhadap hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses pelaksanaannya," katanya.

 Ia menjelaskan, Bendungan Manikin dengan total nilai pengerjaan proyek mencapai Rp1,99 triliun itu direncanakan memiliki kapasitas tampungan bersih mencapai 14,63 juta meter kubik air.

  Bendungan ini, lanjutnya merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang telah dialokasikan Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla untuk NTT.

 Enam bendungan lain di antaranya, Bendungan Raknamo, Bendungan Rotiklot, Bendungan Kolhua, Bendungan Lambo, dan Bendungan Napunggete, dan Bendungan Temef.

 Sosiawan mengatakan,  di antara tujuh bendungan tersebut terdapat dua bendungan yang sudah tuntas dibangun yaitu Raknamo di Kabupaten Kupang dan Rotiklot di Kabupaten Belu.

 "Dua bendungan ini sekarang sedang proses pengisian air, kita harapkan nantinya bisa memberikan manfaat optimal bagi masayrakat," katanya.

Baca juga: PUPR: 65 bendungan reduksi banjir 13.355 m3 per detik
Baca juga: Jokowi punya strategi besar dengan bangun banyak bendungan
 

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar