counter

Aksi perambahan hutan sebabkan kerusakan TNKS

Aksi perambahan hutan sebabkan kerusakan TNKS

Lokasi bekas pembalakan liar di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Merangin, Jambi, Selasa (2/10/2018). Luas tutupan hutan lindung di sejumlah titik kawasan TNKS telah beralih akibat pembalakan liar dan alih fungsi lahan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/aww.

Perambahan hutan saat ini menjadi penyebab utama kerusakan kawasan TNKS
Rejang Lebong (ANTARA News) - Aksi perambahan hutan di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini menjadi penyebab kerusakan kawasan di dalam paru-paru dunia tersebut.

"Perambahan hutan saat ini menjadi penyebab utama kerusakan kawasan TNKS, kalau ilegal logging mereka cuma menebang kayu besar, tapi kalau perambahan ini semuanya ditebang karena lahannya akan dijadikan ladang pertanian," ungkap Kepala Seksi Wilayah VI TNKS, M Zainudin saat ditemui di kantornya yang berada di Rejang Lebong, Jumat.

Kawasan TNKS yang berada di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, tambahnya mencapai 26.000 hektare, dimana berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya tahun lalu dengan tingkat kerusakan mencapai 10 persen.

Kawasan TNKS yang mengalami kerusakan ini umumnya dijadikan kebun kopi atau sayuran tersebar dalam beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Selupu Rejang, dan Kecamatan Bermani Ulu yang posisinya berdekatan dengan kawasan TNKS.

Pihaknya sendiri sudah berulang kali melakukan penertiban lahan yang dirambah warga ini dengan menurunkan personel Polhut ke lapangan, petugas menebangi tanaman kopi maupun sayuran dan menanaminya kembali dengan tanaman jenis kayu-kayuan khas TNKS.

Penanganannya yang dilakukan TNKS, kata Zainudin tidak lagi harus dikenakan sanksi hukuman, tapi dirangkul dalam bentuk kemitraan konservasi pemulihan ekosistem, mereka diminta menjaga kelestarian hutan dan diharuskan membuat pernyataan agar tidak memperluas lahan serta tidak berniat menguasai lahan milik negara itu.

Sementara itu, sejumlah pihak, lanjutnya juga sudah menjalin kemintraan dengan TNKS guna memanfaatkan sumber air yang berasal dari paru-paru dunia tersebut salah satunya SPN Bukit Kaba, yang sejak beberapa tahun belakangan telah mendapat izin dari Kementerian LHK.

"Saat ini SPN sudah memanfaatkan sumber air dari TNKS dengan komitmen turut menjaga kelestarian hutan di hulunya yang memeroduksi sumber air TNKS. Pemanfaatan yang sama juga sedangkan diusulkan Desa Sumber Bening, Kecamatan Selupu Rejang," tambah dia.

Baca juga: TNKS Rejang Lebong gelar lomba lintas alam
Baca juga: Tim patroli temukan perambahan di TN Kerinci Seblat

Pewarta: Nur Muhamad
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar