counter

Polisi ungkap pengedar kosmetik palsu

Polisi ungkap pengedar kosmetik palsu

Ilustrasi tumpukan kosmetika palsu mengandung bahan-bahan membahayakan kesehatan manusia. (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)

Makassar (ANTARA) - Kosmetika palsu beredar lagi dan polisi sudah menetapkan tiga tersangka pengedarnya. Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar yang berhasil mengungkap ketiga tersangka kasus peredaran kosmetik dan obat pelangsing palsu itu.

"Untuk tersangkanya kami telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka berdasarkan perannya masing-masing," ujar Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi Diari Astetika, di Makassar, Kamis.

Tiga orang tersangka yang ditahan yakni Arham (18), Nasruddin (25), dan Astuti (20). Ketiganya terbukti bersalah dalam melakukan pemalsuan dan pemasaran kepada masyarakat.

Astetika menyatakan para tersangka akan dikenakan pasal 196 dan pasal 197 UU Nomor 36/2009 Tentang Kesehatan juncto pasal 55 dan pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun dan juga denda Rp1,5 miliar.

"Untuk sementara pasal 196 dan pasal 197 UU Nomor 36/2009 tentang kesehatan yang kami terapkan dan juncto pasal 55 dan pasal 56 KUHP," katanya.

Sebelumnya Satresnarkoba Polrestabes Makassar berhasil mengungkap peredaran kosmetik dan obat pelangsing palsu yang banyak beredar di ibu kota provinsi Sulawesi Selatan ini karena mengancam kesehatan penggunanya.

Kepala Polrestabes Makassar, Komisaris Besar Polisi Dwi Ariwibowo, mengatakan, dalam penggerebekan di Jalan Toa Daeng, Kecamatan Manggala, Makassar itu, setidaknya ada 19 jenis kosmetik ilegal yang diamankan.

Beberapa jenis barang bukti yang disita antara lain, obat pelangsing, krim pemutih wajah dan badan, krim pelurus dan pelembab rambut, sabun batang pemutih, bedak dingin, tonik rambut, dan lainnya.

"Yang kami amankan itu yang paling digandrungi sekarang para anak muda khususnya wanita, seperti krim pemutih wajah, sabun pemutih badan dan obat pelangsing," katanya. 

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar