counter

Tangerang sediakan Rp69 miliar pembebasan lahan sekolah

Tangerang sediakan Rp69 miliar pembebasan lahan sekolah

Ilustrasi - Kurangnya Lahan Bermain Anak-anak bermain bola di dekat sekolah mereka, SDN Cijantra 02 yang telah dipangkas proyek pembangunan proyek perumahan di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (02/11). Situasi tersebut tidak menyurutkan minat mereka untuk bermain bola meskipun dengan kondisi seadanya. (ANTARA FOTO/M. Ali Wafa)

Untuk sekolah Rp60 milyar dan selebihnya Puskesmas untuk menunjangprogram pendidikan dan kesehatan
Tangerang (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menyediakan dana yang berasal dari APBD setempat sebesar Rp69 miliar untuk pembebasan lahan sekolah dan Puskesmas.

"Untuk sekolah Rp60 miliar dan selebihnya Puskesmas menunjang program pendidikan dan kesehatan," kata Kepala Bidang Pertanahan, Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Ubeidullah di Tangerang, Jumat.

Ia mengatakan ini saat ini banyak sekolah dasar (SD) dan SMP yang memiliki lahan terbatas sehingga perlu ada perluasan.

Demikian pula sejumlah Puskesmas tidak memiliki areal yang memadai untuk pelayanan sehingga belum maksimal.

Saat ini banyak warga yang berobat ke Puskesmas membawa kendaraan, sehingga perlu ada areal parkir yang memadai.

Dia mengatakan perluasan areal sekolah SD dan SMP itu terdapat pada 16 kecamatan yakni, Pakuhaji, Kosambi, Teluknaga, Sukadiri, Sepatan Timur dan Kecamatan Rajeg.

Bahkan perluasan lahan sekolah juga di Kecamatan Panongan, Cikupa, Balaraja, Sukamulya, Kresek, Gunung Kaler, Jayanti, Cisoka, Pasar Kemis, Mauk.

Namun pihaknya tidak dapat memutuskan nominal pasti tentang pembebasan lahan tersebut karena diputuskan oleh tim aparsial.

Menurut dia, jika dana tersebut tidak mencukupi akibat harga tanah mahal, maka dapat ditambah pada anggaran berikutnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar berupaya memaksimalkan ruang kelas SD dan SMP yang ada untuk kegiatan belajar mengajar tanpa membangun ruang baru akibat keterbatasan lahan.

Hal tersebut belajar dari pengalaman dan keberadaan sekolah di kota,  anak didik sulit melakukan aktifitas karena tanah lapang juga dibangun ruang belajar.

Ia mengatakan pihaknya berupaya agar aparat terkait melakukan kajian bahwa harus disesuaikan dengan luas sekolah, jadi tidak mengganggu kegiatan anak didik.

Sebelumnya, di  Negeri dan swasta telah tersedia sebanyak 10.074 ruang kelas dengan jumlah guru sebanyak 14.161 orang. 



 

Pewarta: Adityawarman(TGR)
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar