counter

BPBD Probolinggo bagikan masker kepada warga lereng Gunung Bromo

BPBD Probolinggo bagikan masker kepada warga lereng Gunung Bromo

Abu vulkanis menyembur keluar dari kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019). Gunung Bromo mengalami erupsi dan mengeluarkan material abu vulkanik dengan ketinggian asap hingga 700 meter dari kawah mengarah ke arah tenggara dengan status Gunung Bromo tetap level II atau Waspada dan gempa tremor didominasi amplitudo satu milimeter. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Hujan abu vukanis sangat tipis mengarah ke timur dan utara pada Kamis (14/3), sehingga enam desa terdampak abu vulkanis, namun tidak mempengaruhi aktivitas warga di lereng Gunung Bromo karena mereka tetap menjalankan aktivitasnya sehari-hari dan bera
Probolinggo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Probolinggo, Jawa Timur, Jumat membagikan 10.000 masker kepada warga di lereng Gunung Bromo seiring dengan keluarnya asap yang disertai abu vulkanis tipis dari gunung itu.

Bantuan masker tersebut diterima oleh Camat Sukapura Yulius Christian dan diserahkan kepada kepala sekolah untuk anak-anak saat belajar di sekolah maupun saat berada di rumahnya untuk mengantisipasi adanya guyuran hujan abu tipis di sejumlah desa di Kecamatan Sukapura.

"Kami sudah siapkan masker untuk kebutuhan masyarakat sebagai langkah antisipasi mengurangi dampak abu vulkanis Gunung Bromo di beberapa desa terdampak, sehingga disarankan warga dan para pelajar tetap beraktivitas di sekolah dengan memakai masker," kata Kepala BPBD Probolinggo Anggit Hermanuadi di Probolinggo.

Ia mengimbau wisatawan dan warga untuk tetap tidak masuk atau menerobos dalam radius 1 kilometer dari kawah Gunung Bromo demi keselamatan warga dan wisatawan sendiri sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Masih ada beberapa titik objek wisata di lereng Gunung Bromo, seperti Puncak Seruni Point, Puncak Mentigen dan Penanjakan masih aman dikunjungi melalui pintu masuk Cemoro Lawang," katanya.

Untuk memastikan kondisi terkini Gunung Bromo, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto dan anggota bersama beberapa personel TNI menuju area lautan pasir sekaligus berkoordinasi dengan petugas pos pantau Gunung Bromo untuk mengetahui perkembangan terbaru aktivitas gunung api tersebut.

"Dalam situasi saat ini, zona aman ditetapkan sejauh 1 kilometer dari bibir kawah. Bagi warga setempat maupun wisatawan harap mematuhi saran yang ditetapkan oleh PVMBG terkait zona aman Gunung Bromo," kata Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto.

Sementara Camat Sukapura Yulius Christian mengatakan ada enam desa yang terdampak abu vulkanis tipis erupsi Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura, yakni Desa Ngadisari, Jetak, Wonotoro, Ngadas, Wonokerto dan Ngadirejo.

"Hujan abu vukanis sangat tipis mengarah ke timur dan utara pada Kamis (14/3), sehingga enam desa terdampak abu vulkanis, namun tidak mempengaruhi aktivitas warga di lereng Gunung Bromo karena mereka tetap menjalankan aktivitasnya sehari-hari dan beraktivitas seperti biasanya," katanya.

Menurutnya warga sudah terbiasa dengan aktivitas gunung api yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut, sehingga hujan abu vulkanis tipis tidak mengganggu aktivitas warga, baik di perkebunan maupun kegiatan belajar anak-anak di sekolah.

Status Gunung Bromo tetap pada Level II atau waspada, sehingga PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitasnya pada radius 1 kilometer yang merupakan jarak aman. (*)

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPBD bagikan 3000 masker ke warga

Komentar