counter

Museum di Bali diharapkan bisa kembali diminati masyarakat

Museum di Bali diharapkan bisa kembali diminati masyarakat

Sekda Bali Dewa Made Indra pada pengukuhan anggota Himusba masa bakti 2018-2023, di Denpasar (FOTO ANTARA/HO-Antaranews Bali/ Humas Pemprov Bali/lhs/2019)

Ini merupakan tantangan untuk Himpunan Pengurus Museum (Himusba) bagaimana menjadikan museum tempat yang menarik dikunjungi, jangan ada suasana suram. Tolong siapkan tempat agar masyarakat nyaman dan senang berkunjung ke museum
Denpasar (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengharapkan museum-museum di Pulau Dewata bisa kembali diminati masyarakat dan menarik untuk dikunjungi karena merupakan tempat koleksi yang mempunyai nilai cipta, karya dan karsa yang berharga dari para pendahulu.

"Ini merupakan tantangan untuk Himpunan Pengurus Museum (Himusba) bagaimana menjadikan museum tempat yang menarik dikunjungi, jangan ada suasana suram. Tolong siapkan tempat agar masyarakat nyaman dan senang berkunjung ke museum," kata Dewa Indra pada pengukuhan anggota Himusba masa bakti 2018-2023, di Denpasar, Senin.

Menurut dia, museum bisa ditambah dengan fasilitas kekinian agar masyarakat betah di sana. "Mungkin bisa ditambah dengan spot foto yang menarik atau diisi kafetaria. Pokoknya buat pengunjung bahkan anak-anak senyaman mungkin," katanya.

Selain itu, Dewa Indra juga menekankan tugas para pengurus yang baru dilantik adalah berupaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya arti museum.

"Museum tempat belajar sejarah yang paling bagus, karena ada nilai pelestarian budaya yang harus kita kenal dan jaga," ujarnya.

Terkait keengganan masyarakat mengunjungi museum, tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka dan itu menjadi tugas Himusba.

"Perbaiki fasilitas museum serta edukasi masyarakat untuk terus belajar ke museum," katanya.

Di samping itu, Dewa Indra mengharapkan museum diisi dengan SDM yang profesional dan memanfaatkan teknologi dan koleksi yang ditata secara modern sehingga kesan museum yang kuno, sunyi dan menyeramkan bisa hilang.

"Mari semua pihak untuk melakukan upaya kegiatan strategis menggeliatkan museum, seperti membangkitkan gerakan nasional cinta museum, atau mengajak siswa-siswi mengunjungi museum," katanya.

Pada kesempatan tersebut para pengurus Himusba dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor: 455/04-A/AK/2019. Adapun nama-nama pengurus yang dikukuhkan yakni Penasihat Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Pembina Tjokorda Gde Sukawati (Museum Puri Luksian) dan JMK Pande Wayan Suteja Neka (Museum Neka).

Dewan Kurator dijabat oleh Dr I Wayan Adnyana ISI Denpasar. Untuk Ketua Umum dan Ketua 1 masing-masing dijabat oleh Anak Agung Gede Rai (Museum Arma) dan Tjokorda Bagus Astika (Museum Puri Lukisan).

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

UNESCO bantu Restorasi koleksi keramik Museum Sulteng

Komentar