IPB-Taiwan Buka "University Farm" di Bogor

Bogor (ANTARA News) - Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Misi Teknik Taiwan di Indonesia membuka Agribusiness Development Center (Pusat Pengembangan Agribisnis) "University Farm" di Desa Cikarawang, Bogor, Jawa Barat, sebagai sarana untuk meningkatkan mutu sumberdaya petani Indonesia agar bisa menembus pasar lokal dan internasional. Peresmian "University Farm" tersebut dilakukan di Bogor, Rabu dihadiri oleh Rektor IPB, Prof Dr Ir Ahmad Ansori Mattjik, Ketua Taipei Economic and Trade Office (TETO) Indonesia, Yang Chin Tien, Sekjen Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF), Chen Cheng Chong. Sekjen ICDF, Chen Cheng Chong mengatakan, pusat agribisnis seluas 10 hektar ini akan diintegrasikan sebagai pusat percontohan agribisnis, pelatihan bagi mahasiswa maupun petani, hingga pusat pemasaran produk pertanian, termasuk untuk tujuan ekspor. "Pusat Agribisnis ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat riset akademis, namun juga pemasaran (produk-produk pertanian) hingga ke pasar ekspor. Oleh karena itu, diperlukan waktu bertahun-tahun, tidak hanya sekedar 1 atau 2 tahun untuk mengembangkannya," kata dia. Ia mencontohkan, tingginya harga sayuran di Taiwan karena lahan pertanian yang makin berkurang. Dengan adanya "University Farm" IPB diharapkan akan terjadi kerjasama yang saling melengkapi antara kedua belah pihak. Chen mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengekspor produk buah dan sayuran ke Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. "Kami berharap petani sekitar bisa bekerjasama dengan `University Farm` sehingga pendapatan mereka diharapkan juga meningkat," katanya. "University Farm" didirikan di atas lahan milik IPB seluas 10 hektar, sekitar sepertiganya dimanfaatkan untuk fasilitas seperti kantor, area parkir, kafetaria, dan bangunan lain, serta sisanya untuk lahan pertanian. Fasilitas dan tenaga ahli untuk lembaga ini berasal dari IPB, sedangkan pihak Taiwan menyediakan dana sekitar 300 ribu dollar AS untuk pembangunan fisik. Sementara itu, Rektor IPB, Prof Dr Ir Ahmad Ansori Mattjik mengatakan, pusat agribisnis tersebut merupakan realisasi konsep ABGC (Academic, Business, Government for Community) yang dikembangkan IPB. "Diharapkan, tanaman yang dikembangkan di sini bisa disebarkan ke petani sekitar," katanya.(*)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2007

Komentar