counter

Pertama kali, koperasi logam Ceper masuk rantai pasok global Toyota

Pertama kali, koperasi logam Ceper masuk rantai pasok global Toyota

Dari Ki-ka : Ketua Koperasi Batur Jaya Badrul Munir, Menperin Airlangga Hartarto, Bupati Klaten Sri Mulyani, Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono pada acara Kick Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (22/3) (ANTARA/Risbiani Fardaniah)

Kami membina Koperasi Batur Jaya ini sejak tahun 2016
Klaten (ANTARA) - Untuk pertama kalinya koperasi pengecoran logam di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang beranggotakan 155 industri kecil dan menengah (IKM) yaitu Koperasi industri Batur Jaya masuk ke dalam rantai pasok global PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) .

"Ini pembinaannya juga memakan waktu sekitar dua tahun, sebelum awal tahun ini Koperasi Batur Jaya mulai memasok komponen ke industri komponen lapis 1 Toyota," kata Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono di sela-sela "kick off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif" di Klaten, Jawa Tengah, Jumat.

Ia menjelaskan Koperasi Batur Jaya memasok "cylinder sleeve" sebuah alat bantu untuk memproduksi piston ring ke pemasok lokal tingkat 1 TMMIN yaitu PT TPR Indonesia yang berlokasi di Jakarta.

"Walaupun dari Klaten, tapi produknya masih kompetitif, " ujar Warih pada acara yang juga dihadiri Menperin Airlangga Hartarto.
 
Komponen Cylinder Sleeves hasil produksi Koperasi Industri Batur Jaya yang siap dikirim ke pemasok tingkat 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), untuk digunakan sebagai alat bantu dalam produksi piston ring. (ANTARA/Risbiani Fardaniah)o


Setiap bulan Koperasi Batur Jaya memasok 200 cylinder sleeve yang digunakan ke PT TPR Indonesia untuk menghaluskan piston ring yang kemudian dipasok ke TMMIN.

Warih menceritakan tidak mudah mendorong dan menjadikan IKM pengecoran logam masuk rantai pasok industri otomotif global seperti Toyota, karena harus memenuhi persyaratan yang ketat, mulai dari kondisi pabrik hingga proses dan teknologi produksi.

"Kami membina Koperasi Batur Jaya ini sejak tahun 2016," katanya. TMMIN, lanjut Warih, fokus membina tiga hal dasar dalam pembangunan industri yaitu penguatan fondasi struktur industri, pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter, dan kontrol atau pengawasan kualitas.

Selain itu juga menularkan ilmu dan budaya industri berupa 5R yaitu Rajin, Rawat, Rapi, Resik, dan Ringkas, antara lain dengan menempatkan teknisi Toyota untuk melakukan pembinaan secara berkesinambungan.

"Belum ada pembinaan IKM seperti yang dilakukan Toyota," kata Ketua Koperasi Batur Jaya, Badrul Munir.

Selain melakukan pembinaan, kata dia, TMMIN bersama Kementerian Perindustrian juga memberi bantuan peralatan alat produksi. TMMIN antara lain mendonasikan spectrometer, core making, moulding, small NC miling, dan small miling 2.
 
Salah satu mesin produksi yang didonasikan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepada Koperasi Industri Batur Jaya, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah (ANTARA/Risbiani Fardaniah)p


"Dari kami mandiri hanya 18 persen dari (pembelian) mesin-mesin tersebut," kata Badrul.

Selain bantuan mesin, TMMIN juga menghibahkan alat bantu praktikum pendidikan kepada SMK 1 Batur Jaya berupa satu mobil Toyota Vios dan satu unit mesin.

Baca juga: Menperin minta Toyota tambah order komponen ke IKM lokal

Baca juga: IKM di Ceper jadi sektor unggulan pengecoran logam

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Toyota investasi Rp28 triliun mobil listrik di Indonesia

Komentar