counter

Desy Ratna Sari kesulitan berbahasa Minang di film Buya HAMKA

Desy Ratna Sari kesulitan berbahasa Minang di film Buya HAMKA

Aktris sekaligus politisi Desy Ratnasari saat menghadiri konferensi pers film "Buya HAMKA" di Jakarta, Senin (25/3/2019). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Buya HAMKA adalah ulama yang istimewa."
Jakarta (ANTARA) - Aktris senior Desy Ratna Sari mengaku kesulitan saat berperan sebagai Ibu Safiyah di film mengenai Profesor Doktor Haji Abdul Malik Karim Amrullah alias Buya HAMKA, besutan sutradara Fajar Bustomi.

Hal yang menantang baginya adalah berbicara dengan logat Minang, sementara ia berasal dari Tanah Sunda.

"Tantangannya logat. Harus berbahasa dengan logat Padang," kata Desy saat konferensi pers Film Buya HAMKA di Jakarta, Senin (25/3).

Baca juga: Laudya Cynthia Bella dan Desy Ratnasari ditantang berbahasa Minang

Beruntung Desy didampingi dua penutur bahasa sebagai pelatih (coach) yang akan membantunya saat memainkan peran Ibu Safiyah.

"Saya didampingi dua coach," katanya.

Di film ini, Desy akan berpasangan dengan Donny Damara yang berperan sebagai Abdul Karim. Keduanya berperan sebagai orang tua Buya HAMKA.

Menurut anggota DPR RI dari fraksi PAN itu, mendapatkan peran dalam film ini merupakan kebanggaan tersendiri.

"Buya HAMKA adalah ulama yang istimewa. Saya ingin menjadi bagian dari produksi yang istimewa," katanya.

Dua perusahaan film Indonesia, Starvision dan Falcon Pictures tengah menggarap film tentang Buya HAMKA.

Film yang akan mulai syuting pada awal April 2019 di Maninjau, Sumatera Barat ini dibintangi oleh Vino G. Sebastian sebagai pemeran utama karakter Buya HAMKA.

Selain di Sumbar, rencananya film ini akan mengambil lokasi syuting di Jawa Tengah (Semarang, Tegal), Jakarta dan Jawa Barat (Sukabumi).

Film ini akan ditayangkan di bioskop-bioskop Tanah Air pada tahun depan.

Baca juga: MUI harap film Buya Hamka lebih laris dari film Dilan

Baca juga: Vino Bastian perankan sosok Buya Hamka

Baca juga: Starvision-Falcon Pictures garap film Buya Hamka

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar