TKN support. Ini platform kreatif seniman-seniman untuk menuangkan ide kampanye kreatif mereka,
Jakarta (ANTARA) - Ilustrator Hari Prast dan penulis Yoga Adhitrisna mengadakan pameran Karya Adalah Doa Untuk Nusantara sebagai platform kampanye digital untuk pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Hari dan Yoga merupakan motor penggerak tim Demokreatif yang 'melahirkan' sejumlah karya visual pada masa kampanye Pilpres 2014.

Pameran dengan tajuk "Senyawa Karya, Sewujud Doa" ini berlangsung di The Hall Senayan City, Jakarta pada 27-30 Maret 2019.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Amin, Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta, Rabu, menyatakan mendukung adanya pameran ini.

"TKN support. Ini platform kreatif seniman-seniman untuk menuangkan ide kampanye kreatif mereka," katanya membuka pameran Karya Adalah Doa Untuk Nusantara.

"Karya Adalah Doa dibuat oleh relawan Demokreatif yang sebelumnya bernama Tim Gulung Lengan Bajumu," ujar dia.

Menurut dia, Karya Adalah Doa berbentuk konten yang dibuat dalam medium situs dan media sosial dengan tujuan menyebarkan semangat kampanye kreatif, positif, damai serta melawan kampanye hitam.

"Untuk menyebarkan semangat kampanye positif yang kreatif dan damai dan melawan kampanye hitam, fitnah dan hoaks yang dapat memecah belah bangsa Indonesia," katanya.

Menurut dia, hingga pertengahan Maret 2019, sudah terkumpul lebih dari 350 karya kontributor yang terdiri dari ilustrasi, fotografi, video, lagu hingga action figure.

Ia menambahkan, seluruh karya kontributor dapat dibagikan dan bebas diunduh melalui situs www.karyaadalahdoa.id sehingga dapat divetak kembali dalam berbagai merchandise dan alat peraga kampanye.

Di pameran ini terdapat sesi talkshow, sesi berbagi tentang kesadaran berpolitik dengan narasumber tokoh-tokoh nasional dan insan-insan kreatif Tanah Air.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin nomor urut 01 dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno nomor urut 02.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2019