counter

Kilang LNG Donggi Senoro di Batui aman pascagempa

Kilang LNG Donggi Senoro di Batui aman pascagempa

Jalan raya di Kota Luwuk penuh sesak karena ribuan warga berebutan untuk naik ke gunung dengan kendaraan mobil dan sepeda motor pascagempa, Jumat (12/4) malam (Antaranews Sulteng/Steven Pontoh)

Palu (ANTARA) - Kilang LNG yang dioperasikan PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tetap beroperasi seperti biasa dan tidak terdampak sama sekali dengan gempa 6,9 Skala Richter yang mengguncang daerah itu Jumat (12/4) malam pukul 19.40 Wita.

"Menyangkut gempa bumi yang baru terjadi tadi, fasilitas kilang PT.DSLNG dalam kondisi aman tidak terdampak," kata Senior Manager Relation and Communication DSLNG Sakuntala Sutoyo melalui pesan whatsapp, Jumat malam.

DSLNG merupakan industri hilir migas penghasil LNG cukup besar di Indonesia yang kilangnya terletak di Tepi Pantai Kecamatan Batui, sekitar 100 kilometer selatan Kota Luwuk, ibu kota Kabupaten Banggai.

Di Kecamatan Batui ini sempat tersebar berita bahwa telah terjadi tsunami, namun seorang warga yang mengunggah videonya dari tepi pantai menyatakan bahwa kondisi air laut pantai normal-normal saja.

Namun sebagian Kabupaten Banggai mengalami padam listrik namun saluran telekomunikasi masih berjalan dengan normal.

Dari Kabupaten Banggai Kepulauan, seorang sumber kepolisian menyebutkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban manusia akibat gempa bermagnitudo 6,9 Skala Richter ini.

"Ya, ribuan warga memang mengungsi ke tempat-tempat yang tinggi, tetapi situasi aman-aman saja. Belum ada laporan adanya korban atau kerusakan bangunan," ujar seorang anggota Polri, yang mantan Kapolres Bangkep mengutip informasi yang diperolehnya dari Bangkep.

Baca juga: Gempa Banggai 6,9 magnitudo terasa sampai Makassar
Baca juga: Warga Luwuk panik, situasi kota kacau pascagempa
Baca juga: Gempa susulan kembali guncang Sulteng

Pewarta: Rolex Malaha
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar murah di Banggai untuk tekan harga selama Ramadhan

Komentar