Bentrokan pecah dalam protes-protes "rompi kuning"

Bentrokan pecah dalam protes-protes "rompi kuning"

Pengunjuk rasa memakai rompi kuning berunjuk rasa dengan pekerja serikat buruh CGT Prancis untuk memprotes reformasi pemerintahan Prancis di Marseille, Prancis, Selasa (19/3/2019). (REUTERS/JEAN-PAUL PELISSIER)

Paris (ANTARA) - Para pengunjuk rasa "rompi kuning" bentrok dengan polisi antihuru-hara di kota Toulouse, Prancis, pada Sabtu sementara Presiden Emmanuel Macron menyiapkan serangkaian pengumuman kebijakan yang bertujuan mengatasi protes-protes anti pemerintah yang berlangsung selama 22 akhir pekan.

Polisi di kota bagian tenggara Prancis itu melepaskan gas air mata dan menangkap beberapa orang setelah beberapa ratus pendemo melempar benda-benda, tong-tong sampah yang terbakar dan berusaha memasuki kawasan-kawasan tempat protes-protes telah dilarang.

Sekitar 2.000 pemerotes telah berkumpul di Allee Jean Jaures, jalan raya di pusat kota itu dan jalan-jalan di dekatnya.

Kelompok-kelompok pegiat mengatakan di jejaring sosial media bahwa Toulouse akan menjadi fokus babak ke-22 unjuk rasa, membuat Walikota Jean-Claude Moudenc menyampaikan kecemasan menjelang protes-protes pada Sabtu.

Aksi-aksi pawai di Paris dan di tempat lain pada umumnya berjalan damai pada siang, tetapi protes-protes terus menekan Macron. Dia telah berjanji akan mengumumkan serangkaian langkah yang bertujuan untuk meredekan ketidakpuasan di negara itu.

Sumber: Reuters

Baca juga: Prancis larang protes Rompi Kuning pada akhir pekan

Baca juga: Presiden Prancis pertimbangkan larangan aksi protes di Champs Elysees

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur Papua terima ribuan pengunjuk rasa di Jayapura

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar