counter

Surat suara pemilihan DPRD Kota Batam kurang

Surat suara pemilihan DPRD Kota Batam kurang

Petugas sedang melipat kertas suara yang akan digunakan dalam Pemilu 2019 di Kantor KPU Batam 2019. Komisioner KPU Kepri, Parlindungan mengungkap surat suara untuk pemilihan calon anggota DPRD Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau dalam Pemilu 2019 mengalami kekurangan sampai ratusan surat suara. (Naim) (Naim/)

Batam (ANTARA) (ANTARA) - Surat suara untuk pemilihan calon anggota DPRD Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau dalam Pemilu 2019 mengalami kekurangan sampai ratusan surat suara.

Kekurangan itu baru diketahui pada Selasa sore, dan jumlahnya semakin bertambah pada malam, kata Komisioner KPU Kepri, Parlindungan yang ditemui di gudang logistik KPU.

"Jumlahnya saya enggak pasti, tapi mencapai ratusan," katanya.

Kekurangan suara untuk daerah pemilihan 2 DPRD Kota Batam meliputi Kecamatan Bengkong dan Batuampar. Serta daerah pemilihan 5 DPRD Provinsi Kepri, meliputi Kecamatan Sekupang, Batuaji, Sagulung dan Belakangpadang.

Menurut dia, kurangnya surat suara diduga karena terselip di kotak suara lain dan bukan karena indikasi sabotase.

Ia mengatakan, KPU Batam langsung mengutus petugasnya ke Jakarta untuk menjemput kekurangan kertas suara untuk dapil 2 DPRD Batam.

Namun, pesawat yang seharusnya membawa petugas dengan surat suara hingga malam ini belum sampai. "Tertahan di bandara di Jakarta," kata Parlindungan.

KPU Batam telah berkoordinasi dengan KPU Kepri dan Bawaslu, dan memutuskan kekurangan surat suara akan ditutupi dengan cadangan 2 persen surat suara, yang memang sudah dipersiapkan.  "Besok tetap pemilu," kata Parlindungan.

Sementara itu, tidak satu pun komisioner KPU Batam yang dapat dijumpai di kantornya dan gudang logistik.

Menurut petugas, seluruh komisioner tengah ke lapangan untuk mengecek situasi.

Baca juga: Bangka Barat kekurangan 902 surat suara
Baca juga: Surat suara yang diterima KPU Karawang kurang dari kebutuhan
Baca juga: KPU percepat pendistribusian pengganti surat suara yang rusak

 

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar