counter

"Modest fashion" dan popularitasnya yang mendunia

"Modest fashion" dan popularitasnya yang mendunia

Peragaan busana karya Dian Pelangi di New York Fashion Week 2019 (ANTARA News/Instagram @dianpelangi)

Jakarta (ANTARA) - Beberapa tahun belakangan modest fashion menjadi perbincangan dan semakin populer di dunia mode. Acara fashion show kelas internasional yang menghadirkan pakaian tertutup itu makin banyak di gelar dimana-mana, termasuk di kota yang menjadi pusat mode, Paris dan New York.

Mengutip artikel yang dilansir Independent, Sabtu, pencarian terhadap "modest fashion" di Google akan membuahkan sekitar 149 juta hasil, sementara di Pinterest Inggris, pencarian untuk istilah itu naik 500 persen sejak awal 2019.

Istilah modest fashion, seperti ditulis Independent, dapat diartikan dengan cara yang berbeda, namun biasanya digunakan untuk menggambarkan pakaian yang menyembunyikan bentuk tubuh yang bisa terdiri dari jilbab, burka, atasan, celana panjang, jaket dan gaun dengan potongan sederhana.

Pakaian jenis ini juga digunakan bisa karena kebudayaan karena tampilannya yang sopan dan sederhana, terlebih tidak terbuka.

Lalu bagaimana gaya busana ini menjadi populer?

Munculnya modest fashion, khususnya di kalangan perempuan muda yang religius dikarenakan kebutuhan pilihan pakaian yang lebih modis.

Selain itu, makin banyak perancang muslim dan selebgram yang memutuskan untuk mengisi kesenjangan yang mereka temui di pasar dengan menggunakan platform untuk mendapatkan pengaruh serta mendirikan toko online.

Instagram sendiri dibanjiri oleh orang-orang yang membawa pengaruh untuk modest fashion seperti Dian Pelangi, Maria Alia dan Habiba da Silva. Dian Pelangi memiliki hampir 5 juta pengikut di aplikasi berbagi foto itu.

 

Dian bahkan dijuluki sebagai Tour de France-nya gaya busana muslim dunia dari segi bisnis fesyen. Desainer yang memiliki ciri warna-warna dalam rancangannya ini juga sudah melakukan peragaan busana di Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Australia, Dubai, Mesir, Kuwait, Singapura, New York dan Yordania.

Seiring dengan meningkatnya popularitas modest fashion, sejumlah merek ternama seperti DKNY mengeluarkan koleksi busana Ramadan pada 2014. Sedangkan H&M untuk pertama kalinya menampilkan model yang mengenakan jilbab yakni Mariah Idrissi pada 2015.

Dalam beberapa tahun terakhir, model-model muslim seperti Halima Aden yang berusia 20 tahun, telah menunjukkan kepada dunia bahwa perempuan yang mengenakan jilbab juga bisa bergaya.

Pada 2016, Aden malah menjadi kontestan pertama yang mengenakan jilbab di Miss Minnesota Pageant dan sejak itu terus tampil beberapa kali di pekan mode.

Dia juga menjadi model dengan jilbab pertama yang menghiasi sampul British Vogue pada 2018, ini adalah hal bersejarah sejak majalah tersebut berdiri selama 102 tahun.

Pada 2017, London menjadi tuan rumah bagi Modest Fashion Festival pertama yang menghadirkan beragam merek fashion mewah dan kontemporer. Ini membuktikan bahwa modest fashion dapat dinikmati oleh semua orang terlepas dari identitas agama atau budaya.

Selain dua merek di atas, label yang juga merilis modest fashion adalah Nike, American Eagle dan The Modist, demikian seperti dikutip dari Independent.

Baca juga: Itang Yunasz dan Dian Pelangi berpartisipasi di New York Fashion Week
Baca juga: Alasan Dian Pelangi lebih senang fashion show di Timur Tengah


 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar