counter

IDI gelar pemeriksaan kesehatan petugas Pemilu di Kaltim

IDI gelar pemeriksaan kesehatan petugas Pemilu di Kaltim

IDI Kaltim lakukan pemeriksaan kesehatan bagi para petugas Pemilu, PPS, PPK, Bawaslu dan aparat kepolisian saat melakukan rekapitulasi penghitungan suara di Kecamatan Samarinda Kota, Selasa (14/4/2019) (ANTARA/Arumanto)

banyak penyakit yang mungkin bisa timbul seperti hipertensi, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, hingga penyakit jantung,
Samarinda (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Provinsi Kalimantan Timur menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk panitia penyelenggara pemilu, pengawas dan aparat keamanan yang tengah melalukan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 di seluruh kecamatan setempat.

Ketua IDI Kaltim, dr Nataniel Tandirogang, kepada awak media di Samarinda, Selasa, mengatakan bahwa latar belakang kegiatan ini karena banyaknya korban dari para petugas pemilu di seluruh Indoenesia, bahkan ada yang telah meninggal dunia yang salah satunya merupakan petugas KPPS di Kota Samarinda.

"Kegiatan ini hanya berupa  langkah preventif yakni berupa pemeriksaan kesehatan secara sederhana seperti pemeriksaan tensi darah, denyut jantung, dan pemeriksaan kesehatan ringan lainnya," kata dr Nathan.

Menurut  Nathan, kegiatan sosial ini tidak hanya terpusat di Kota Samarinda  namun dilaksanakan serentak oleh semua IDI cabang kabupaten/ kota se-Kaltim, dengan target sasaran para petugas pemilu saat melakukan rekapitulasi di setiap kecamatan.

"Kami hanya menjadwalkan kegiatan ini selama satu hari yakni hari ini, Selasa (24/3) secara serentak di seluruh kabupaten/ kota dan harapannya, kegiatan ini bisa diteruskan oleh Pemerintah Kabupaten Kota masing-masing," imbuhnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh para dokter, ternyata banyak ditemukan kenaikan tekanan darah pada para petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS), panitia pengawas maupun aparat keamanan, sehingga disarankan untuk beristirahat.

"Mungkin karena mereka capek saat menjalankan tugasnya, karena kita melihat fakta mereka bekerja hingga larut malam bahkan ada yang sampai pagi, belum lagi tekanan situasi di lapangan," kata  Nathan.

Menurut dia, dengan situasi kerja yang sangat berat ditambah dengan beban tanggung jawab yang begitu besar, sangat memungkinkan para petugas mengalami penurunan kondisi fisik.

"Dalam situasi seperti ini banyak penyakit yang mungkin bisa timbul seperti hipertensi, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, hingga penyakit jantung, apalagi kalau memang faktanya ada riwayat penyakit yang diderita oleh para petugas, makanya penanganan kesehatan sangat dibutuhkan oleh para petugas ini," bebernya.

Ketua KPU Kota Samarinda, Firman Hidayat mengakui bahwa kinerja jajarannya di tingkat bawah memang sangat berat, karena mereka harus bekerja dari pagi hingga larut malam.

"Tentunya kami mengucapkan terimakasih kepada IDI Kaltim, yang telah memberikan layanan pemeriksaan gratis kepada para petugas kami di lapangan, semoga dengan adanya pemeriksaan ini tidak akan ada lagi korban para petugas  saat menjalankan tugas dan kewajibannya," jelas Firman.  


Baca juga: Total petugas KPPS meninggal 91 orang pada Pemilu 2019
Baca juga: Banyak petugas gugur, Wapres nilai perlu evaluasi Pemilu 2019


Pewarta: Arumanto
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Disperikan periksa kesehatan hewan kurban

Komentar