Tim UNY bertekad pertahankan gelar juara kontes robot seni tari

Tim UNY bertekad pertahankan gelar juara kontes robot seni tari

Dua robot karya Tim Rosemary Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) beraksi saat uji coba dan simulasi divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) dalam ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Regional III di Auditorium Grha Widyatama, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (26/4/2019). (ANTARA/Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Tim Rosemary Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang terdiri atas 12 mahasiswa, bertekad mempertahankan gelar juara nasional divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) dalam ajang Kontes Robot Indonesia 2019.

"Target kami mempertahankan juara nasional. Kebetulan dalam dua tahun terakhir, tim UNY meraih predikat juara nasional divisi KRSTI, Insya Allah dalam ajang KRI 2019 bisa dipertahankan," kata Ketua Tim Rosemery UNY Afif Roko Bagus Kirono di sela kegiatan uji coba dan simulasi Kontes Robot Indonesia 2019 Regional III di Auditorium Grha Widyatama, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Ia mengakui dalam kegiatan uji coba dan simulasi dua robot seni tari buatan Tim Rosemery UNY sempat mengalami gangguan. Namun masalah itu kemudian bisa diatasi dan robot kembali bisa menari dengan lemah gemulai.

"Kami kan bikin video, jadi kita lihat kesalahan kita, kemudian diubah bagian yang salah. Tadi putaran pertama kita gagal karena (robotnya) jatuh, selanjutnya kita ubah beberapa dan kita ganti, alhamdulillah bisa lancar," kata Afif, yang mengikuti ajang KRI sejak tahun 2018.

Ia menjelaskan bahwa robot seni tari itu dibuat sejak bulan Oktober 2018 dengan anggaran Rp60 juta hingga Rp70 juta dari UNY.

Kesulitan dalam membuat robot seni tari, menurut dia, antara lain menyesuaikan gerakan robot dengan ketukan irama pengiring tarian.

"Soalnya tahun kemarin dengan sekarang, ketukannya beda. Tahun ini ketukannya lebih acak, kadang tinggi, pelan, tinggi lagi," kata Afif, mahasiswa semester enam pada Program Studi Metatronika, Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik UNY.

Ajang KRI 2019 Regional III yang digelar di Auditorium Grha Widyatama Unsoed Purwokerto pada 26-27 April diikuti 81 tim dari 34 perguruan tinggi di wilayah Jawa bagian tengah serta Kalimantan bagian timur dan selatan.

Kontes robot tersebut meliputi lima divisi, yakni Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, KRSBI Humanoid, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), dan Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI).

Khusus untuk divisi KRSTI, tarian yang dilombakan dalam KRI 2019 adalah tari Jaipong dari Jawa Barat.

Baca juga:
KRI 2019 Regional III di Unsoed diikuti puluhan perguruan tinggi
Universitas Muhammadiyah Malang juarai kontes robot dunia

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar