counter

Kemenperin tergetkan realisasi anggaran capai 25 persen hingga Mei

Kemenperin tergetkan realisasi anggaran capai 25 persen hingga Mei

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar membacakan sumpah jabatan pada acara pelantikan 80 pejabat eselon III dan IV Kemenperin di Jakarta, Rabu. (ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Kita ketahui, industri merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal I tahun 2019, industri masih menjadi penyumbang tertinggi kepada ekonomi hingga 20 persen
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian menargetkan realisasi anggaran terserap 25 persen pada Januari-Mei 2019 dengan mengakselerasi pencapaian anggaran berbasis efisiensi dan fokus terhadap tujuan kementerian.

“Oleh karena itu, kami terus mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenperin agar dapat meningkatkan integritas, profesionalitas, pelayanan, disiplin dan kinerjanya,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar lewat keterangannya di Jakarta, Rabu.

Haris menyebutkan, program prioritas Kemenperin tahun ini, antara lain meluncurkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), sebagai acuan bagi perusahaan dan pemerintah dalam mengukur tingkat kesiapan bertransformasi menuju industri 4.0 di Indonesia.

Sebanyak 328 industri melakukan self-assesment INDI 4.0 melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Selanjutnya, pelaksanaan program pendidikan vokasi industri yang link and matchantara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri.

Sejak diluncurkan pada 2017, program ini mampu menggandeng sebanyak 1.032 industri dan 2.612 SMK yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.

“Kami juga masih fokus menggelar workshop e-Smart IKM dan terus mengkampanyekan Making Indonesia 4.0 ke seluruh dunia, termasuk kesiapan menjadi official country partnerpada Hannover Messe 2020. Selain itu, mematangkan regulasi terkait super deduction tax,” ungkapnya.

Bahkan, Kemenperin sedang membuat ekosistem inovasi melalui pembangunan Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri 4.0 di Jakarta.

Haris juga menekankan kepada seluruh ASN Kemenperin untuk semakin memacu kompetensinya terutama dalam upaya pengembangan industri manufaktur nasional.

“Sebagai generasi penerus pemimpin bangsa, teruslah berinovasi dan mengembangkan kompetensi diri supaya menjadi insan yang berkualitas dan berdaya saing,” tuturnya.

Melalui kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan era saat ini, diyakini akan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi dan negara.

“Kita ketahui, industri merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal I tahun 2019, industri masih menjadi penyumbang tertinggi kepada ekonomi hingga 20 persen,” katanya.

Pagu anggaran Kemenperin tahun 2019 sebesar Rp3,59 triliun, naik sebesar 26,37 persen dibandingkan anggaran tahun 2018.

Pada tahun ini, porsi anggaran paling besar ada di program pengembangan SDM industri dan dukungan manajemen Kemenperin yang mencapai Rp2,01 triliun.

“Kami memang lebih menitik beratkan pada program pengembangan SDM. Sebab, pemerintah saat ini memfokuskan terhadap peningkatan kualitas SDM yang mampu menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0,” imbuhnya.
 

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar