counter

Laporan dari Beijing

Lombok dan Yogyakarta berkesan bagi para pejabat China

Lombok dan Yogyakarta berkesan bagi para pejabat China

Para pejabat pemerintahan China berpose bersama di depan Keraton Yogyakarta. (M. Irfan Ilmie)

Tianjin (ANTARA) - Sejumlah objek wisata di Lombok dan Yogyakarta memberikan kesan tersendiri bagi para pejabat pemerintahan China.

"Mereka sangat terkesan dengan Lombok dan Yogya," kata Kepala Kanselerai Konsulat Jenderal RI di Shanghai Wandi Adriano kepada Antara di Tianjin, Senin.

Belum lama ini KJRI Shanghai menyelenggarakan kunjungan bersama para pejabat pemerintahan daerah di China, seperti Nanjing, Hefei, Ningbo, Quzhou, Yangzhou, Shanghai, Zhejiang, dan Jiangsu ke Lombok, Bali, dan Yogyakarta.

"Pejabat tersebut berasal dari kota dan provinsi di China yang sedang mengalami kemajuan pesat di bidang ekonomi sehingga warga kotanya juga meningkat pendapatannya sekaligus berpotensi menjadi wisatawan mancanegara ke Indonesia," ujarnya.

Kegiatan tersebut diawali dengan seminar "Upaya Pemulihan Bencana Alam di Lombok" di Kementerian Luar Negeri RI dengan menghadirkan narasumber dari Crisis Center Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dan Direktorat Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri.

Sembilan pejabat daerah itu kemudian mengunjungi Gili Trawangan dan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika serta Desa Sade di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Mereka menyaksikan sendiri bahwa Lombok sudah pulih dari bencana gempa bumi pada Juli lalu yang sempat menjadi berita utama di media-media Tiongkok," kata Wandi di sela-sela menghadiri Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Asia-Oseania itu.

Mereka menikmati keindahan pemandangan alam Bukit Malimbu dan ramainya wisatawan Gili Trawangan serta nikmatnya sajian ayam taliwang.

Dalam perjalanan dari Lombok menuju Yogyakarta, delegasi China berkesempatan mengunjungi Pura Suci Uluwatu dan Patung Garuda Wisnu Kencana saat transit selama tujuh jam di Bali.

Di Yogyakarta, delegasi China diterima jajaran pejabat provinsi setempat. Mereka saling bertukar informasi mengenai pariwisata dan investasi.

Mereka juga mengunjungi Keraton Yogyakarta Hadiningrat dan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Wisman asal China saat ini menjadi rebutan sejumlah negara, termasuk Indonesia. Pada tahun lalu, sekitar 2,6 juta wisman China berkunjung ke Indonesia. Pada tahun ini Kementerian Pariwisata RI menargetkan 3,5 juta kunjungan wisman dari China.

"Kegiatan yang kami gelar ini sejalan dengan upaya Kemenpar dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok," kata Wandi. 
 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar