counter

Dishub Bantul periksa kelengkapan bus hadapi mudik Lebaran

Dishub Bantul periksa kelengkapan bus hadapi mudik Lebaran

Petugas Dinas Perhubungan Bantul melakukan pemeriksaan kelengkapan bus angkutan Lebaran di wilayah Imogiri (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Intinya Dinas Perhubungan, melalui kegiatan ini untuk mewujudkan bagaimana kendaraan bisa aman dan nyaman sehingga bisa mewujudkan keselamatan bagi para penumpang
Bantul (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memeriksa kelengkapan bus atau angkutan penumpang guna memastikan kondisi kelayakan armada menghadapi pelaksanaan mudik dan balik Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Hari ini kita melakukan ram check angkutan bus di tiga lokasi, adapun ram check ini kita fokuskan untuk kelengkapan berkaitan keselamatan penumpang," kata Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Bantul Anjar Arintaka Putra di sela pemeriksaan di Bantul, Selasa.

Tiga lokasi yang menjadi lokasi inspeksi pemeriksaan kendaraan Dinas Perhubungan Bantul tersebut yaitu di perusahaan bus wilayah Palbapang Bantul, perusahaan bus di wilayah Bakulan dan perusahaan bus di wilayah Imogiri.

Ia mengatakan, ada enam bus angkutan penumpang yang diperiksa kelengkapan dan juga komponen kendaraan, masing-masing empat bus di wilayah Palbapang dan masing-masing satu bus besar di wilayah Imogiri dan Bakulan.

"Kita juga fokus ke mesin, sein, rem untuk angkutan wisata dan bus antar kota, untuk rekomendasi di beberapa tempat kalau di Palbapang itu memenuhi syarat dan di Bakulan juga memenuhi syarat," katanya.

Sedangkan bus wisata yang terparkir di Imogiri tidak dilengkapi dengan palu pemecah kaca, namun secara umum pemeriksaan angkutan yang dilakukan bersama kepolisian resor (polres) setempat itu memenuhi syarat.

"Intinya Dinas Perhubungan, melalui kegiatan ini untuk mewujudkan bagaimana kendaraan bisa aman dan nyaman sehingga bisa mewujudkan keselamatan bagi para penumpang," katanya.

Sementara itu, sopir bus pada sebuah perusahaan otobus di Imogiri, Susilo mengatakan petugas Dishub merekomendasikan agar bus dilengkapi dengan alat pemecah kaca, karena alat itu berguna bagi penumpang apabila dalam keadaan darurat.

"Rekomendasinya hanya alat pemecah kaca, kalau yang lain-lain seperti kondisi mesin, surat-surat sudah lengkap, kemudian secara berkala dari perusahaan juga melakukan pemeriksaan kendaraan," katanya.

Dishub Jabar temukan 700 bus tak layak jalan

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar