counter

Empat ruas jalan rawan longsor di Agam harus diwaspadai pemudik

Empat ruas jalan rawan longsor di Agam harus diwaspadai pemudik

MANINJAU - ARUS BALIK, Sejumlah pemudik melintas dijalan kelok 44 Maninjau, Kab.Agam, Sumbar, Kamis (24/9), saat mereka kembali setelah berlebaran di kampung halamannya. Pada lebaran H plus 4 ini arus mudik mulai terlihat ramai diperkirakan puncak arus mudik di Sumbar pada hari Minggu (27/9). FOTO ANTARA/Maril Gafur/ss/nz/09 (ANTARA/MARIL GAFUR)

Keempat ruas jalan itu berada di sejumlah titik di jalan provinsi, di Kelok 44, Malalak dan Palembayan
Lubukbasung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat ada empat ruas jalan di daerah itu rawan longsor saat hujan sehingga pemudik Idul Fitri 1440 Hijriah yang menggunakan kendaraan diminta waspada.

"Ruas jalan ini berada di daerah perbukitan yang memiliki tanah yang labil, sehingga mudah longsor saat hujan," kata Kepala BPBD Agam, Muhammad Lutfi Ar di Lubukbasung, Sabtu.

Keempat ruas jalan itu berada di sejumlah titik di jalan provinsi, di Kelok 44, Malalak dan Palembayan.

Selain itu, jalan nasional yang menghubungkan Padang menuju Pasaman tempatnya di Kecamatan Palupuh.

"Lokasi ini sering dilanda bencana tanah longsor saat curah hujan cukup tinggi," katanya.

Dengan kondisi itu, BPBD setempat mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melewati derah itu agar tidak menjadi korban.

BPBD setempat juga memasang imbauan di lokasi rawan bencana dan membuat enam posko kebencanaan.

Selain itu menyiapkan lima unit alat berat di lokasi untuk membersihkan material longsor menimbun badan jalan agar tidak menganggu pengguna jalan.

"Alat berat itu milik Pemkab Agam dan Pemprov Sumbar," demikian Muhammad Lutfi Ar.

Baca juga: BPBD Agam bentuk enam posko selama arus mudik Lebaran

Baca juga: H-3 Lebaran jalur mudik di Agam diperkirakan rampung, siap dilintasi

Baca juga: Agam sediakan mobil derek di Kelok 44

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tradisi Lebaran Ketupat menandai puncak perayaan Idul Fitri di Lombok

Komentar