counter

Makanan pemicu dan penangkal kanker

Makanan pemicu dan penangkal kanker

Gandum (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Sebuah studi dalam JNCI Cancer Spectrum mengungkapkan sejumlah makanan yang berhubungan dengan meningkatnya risiko seseorang terkena kanker, salah satunya makanan olahan dan mengandung gula.

Untuk sampai pada temuan itu, para peneliti menganalisis data nasional di Amerika Serikat pada tahun 2015 tentang jumlah makanan yang orang berusia 20 tahun-an konsumsi. Mereka juga mengamati kejadian berbagai jenis kanker pada saat itu.

Seperti dilansir Healthline, peneliti menemukan, diet buruk menyumbang sekitar 80.110 diagnosa kanker pada tahun 2015. Sebagian besar dari kasus tersebut atau 84 persen terjadi karena pasien terlalu banyak mengonsumsi daging dan gula.

Mereka juga kurang mengonsumsi biji-bijian, produk susu.

Di sisi lain, profesor bedah dari John Wayne Cancer Institute Dr. Anton Bilchik mencatat, jumlah kasus baru kanker usus besar telah meroket karena konsumsi berlebihan gula dan makanan olahan serta kurangnya olahraga.

Kadar gula yang tinggi meningkatkan produksi insulin yang diyakini merangsang pertumbuhan sel kanker.

Pimpinan peneliti studi, Dr Fang Fang Zhang mengatakan pilihan makanan yang buruk saja dapat menyebabkan kanker seperti kanker payudara, mulut, uterus, ginjal, perut dan hati terlepas dari perilaku lain yang berisiko seperti merokok.

Agar risiko terkena kanker berkurang, ahli kesehatan menyarankan Anda mengonsumsi biji-bijian (contohnya adalah makanan yang mengandung gandum, jagung, beras, atau gandum) sekitar 9 porsi per hari, produk susu dua hingga tiga porsi.

Lalu, sayuran empat porsi, buah-buahan tiga porsi serta daging rendah lemak, telur, kacang-kacangan sebanyak dua pors dengan total 6 ons per hari.

Baca juga: Kanker getah bening, gejala hingga pencegahan

Baca juga: Istri bedah kanker setelah Casillas terkena jantung

Jokowi sudah di Singapura, disambut AHY

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar