Gubernur Bali ingin pekerja lokal dapat manfaat lebih dari investasi

Gubernur Bali ingin pekerja lokal dapat manfaat lebih dari investasi

Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi pihak Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Bali di Denpasar (Antaranews Bali/Dok Humas Pemprov Bali/lhs/2019)

Kalau terus dibiarkan lama-lama bisa tergerus, harus diproteksi dengan baik
Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menginginkan agar pengusaha serta tenaga kerja lokal mendapatkan lebih banyak manfaat ekonomi dari berbagai proyek dan investasi yang dibangun di Pulau Dewata.

"Manfaat yang diperoleh selama ini menurut saya masih kecil, dan pengusaha serta tenaga kerja lokal kita tidak banyak menikmati. Ke depan harus berubah, harus ada manfaat lebih secara ekonomi," kata Koster saat menerima kunjungan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Bali di Denpasar, Selasa.

Supaya hal itu terealisasi, lanjut Koster, pihaknya sedang merumuskan regulasi beserta sistem yang nantinya mampu melindungi pelaku usaha dan tenaga kerja lokal. Dengan begitu, diharapkan pengusaha dan tenaga kerja lokal mampu memanfaatkan potensinya secara lebih maksimal di tengah membanjirnya pelaku usaha hingga tenaga kerja dari luar Bali.

"Kalau terus dibiarkan lama-lama bisa tergerus, harus diproteksi dengan baik," ujar gubernur kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini.

Demikian pula dengan proses lelang proyek pembangunan di daerah haruslah lebih banyak melibatkan orang lokal. "Perusahaan luar misalnya harus menggandeng orang lokal. Bermitra, jadi ada keberpihakan pada warga lokal," ucapnya.

Sementara itu, Ketua LPJK Bali IB Nyoman Sudewa menegaskan peran lembaganya untuk mendukung tugas-tugas pemerintah dengan anggotanya yang terdiri dari berbagai unsur.

"Ada unsur asosiasi, profesi, pemerintah serta perguruan tinggi yang siap membantu pemerintah khususnya di sektor yang menyangkut bidang konstruksi," ujarnya.

Saat ini LPJK sedang gencar mengembangkan penelitian di sektor konstruksi serta memberikan sertifikasi kepada para pelaku jasa konstruksi khususnya di Bali.

"Karena tujuannya adalah menciptakan tenaga kerja yang kompeten dengan sertifikasi, serta memberikan garansi akan produk yang berkualitas dan pengerjaan proyek yang tepat waktu," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Made Gede Suryanatha, selaku Sekekretaris Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) mengatakan selain tenaga kerja, arsitektur dengan ciri khas Bali juga perlu mendapat perhatian supaya tetap lestari. "Boleh saja bangunannya modern, namun napasnya tetap arsitektur khas Bali," ucapnya.

Baca juga: Pekerja Bali tuntut penerbitan perda pelindungan pekerja lokal

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur Bali: Masa karantina wisman 5 hari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar