Rakyat Palestina mengenang mantan Presiden Mursi

Rakyat Palestina mengenang mantan Presiden Mursi

Seorang anak lelaki petugas medis Palestina Mohamed Al-Judaily menangis melihat jenazah ayahnya dalam pemakaman di pusat Jalur Gaza, meninggal dunia akibat luka yang ia alami saat melakukan protes di pagar perbatasan Israel-Gaza, Selasa (11/6/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/foc/cfo

Kota Gaza (ANTARA) - Rakyat Palestina yang menghadiri demonstrasi anti-Israel pada Jumat (21/6) tidak melupakan Mohamed Mursi, presiden pertama yang dipilih secara demokratis dan meninggal di tengah proses pengadilan baru-baru ini. Rakyat Palestina menyelenggarakan demonstrasi damai, atau "Pawai Akbar Kepulangan", di dekat pagar yang memisahkan Jalur Gaza dari Israel. Demonstrasi itu digelar setiap Jumat sejak 30 Maret 2018, dan memasuki pekan ke-63.

Pemrotes, yang menuntut diakhirinya blokade tidak sah dan hak untuk pulang ke rumah mereka, membawa bendera Palestina dan meneriakkan slogan anti-Israel, sambil membawa gambar Mursi.

Mereka membawa poster yang bertuliskan, "Generasi mendatang akan mengingat, anda membela Palestina", dan "Gaza takkan lupa siapa yang membelanya".

Juga shalat ghaib diselenggarakan di berbagai wilayah Palestina pada Jumat.

Mursi, anggota kenamaan Ikhwanul Muslimin di Mesir, menang dalam pemilihan presiden bebas pertama di negeri tersebut pada 2012.

Ia digulingkan dan dipenjarakan dalam satu kudeta militer yang dipimpin menteri pertahanan saat itu Abdul Fattah As-Sisi, tepat setelah satu tahun memangku jabatan.

Mursi menghadapi sejumlah tuntutan, yang ia, bersama dengan sejumlah kelompok hak asasi manusia dan pengamat independen, katakan bermotif politik.

Baca juga: Erdogan: Saya yakin PBB akan selidiki kematian tidak wajar Mursi
Baca juga: Amnesty International desak penyelidikan independen atas kematian Mursi
​​​​​​​
Baca juga: Wan Azizah sedih Mursi meninggal
​​​​​​​
Baca juga: Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi dipenjara 25 tahun terkait spionase


Sumber: Anadolu Agency

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aneksasi Israel dan COVID-19 perparah kondisi rakyat Palestina

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar