Meski berdaya hancur, petir juga membawa manfaat

Meski berdaya hancur, petir juga membawa manfaat

Petir menyambar di kawasan Fly Over Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (5/4/2019). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Padang, (ANTARA) - Guru besar bidang ilmu teknik tegangan tinggi di Universitas Andalas (Unand) Padang Prof Ariadi Hazmi mengemukakan bahwa meskipun menimbulkan bahaya, petir juga membawa manfaat bagi kehidupan manusia, antara lain menghasilkan energi dan membantu menyuburkan tanah.

"Sebagai fenomena alam, petir selain memiliki daya hancur yang hebat juga memiliki manfaat bagi kehidupan manusia," kata dia di Padang, Selasa, saat menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pengukuhannya sebagai guru besar tetap bidang ilmu Teknik Tegangan Tinggi di Fakultas Teknik Unand.

Ariadi menjelaskan, petir merupakan akselerator partikel alami yang menimbulkan berbagai radiasi elektromagnetik dari plasma sangat panas yang disebabkan oleh aliran elektron seperti photonuclear.

Ia mengemukakan bahwa petir terbentuk ketika udara yang dipanaskan oleh matahari naik membawa molekul air yang menguap di dalamnya. Ketika mencapai ketinggian dua sampai tiga kilometer, udara itu bersentuhan dengan lapisan udara dingin.

"Saat itu kristal es yang terbentuk di awan melepas energi listrik statis karena pergesekan," kata Ariadi.

Sementara guntur, ia menjelaskan, adalah suara yang dibentuk oleh gelombang kejut akibat molekul gas yang mengalami peningkatan tekanan cepat.

Menurut dia, petir menghasilkan energi listrik yang besar dan temperatur tinggi sehingga bisa memecah diatomik oksigen menjadi oksigen tunggal yang akhirnya menimbulkan ozon yang melindungi bumi dari ultraviolet

"Selain itu terbentuk nitrogen oksida yang berguna untuk kesuburan tanaman melalui hujan," katanya.

Ariadi mengatakan, saat ini jumlah hari guruh di Indonesia antara 100 dan 200 hari per tahun dengan potensi petir yang besar.

Stasiun Petir Unand sedang mengembangkan sistem untuk menghasilkan citra lokasi petir dalam tiga dimensi guna mendapatkan data yang lebih detail seputar petir.

"Dengan demikian akan mendapatkan data yang lebih detail yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan," kata Ariadi.

Ariadi mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi ke depan adalah bagaimana meminimalkan kematian dan kerusakan fasilitas umum yang disebabkan oleh petir.

Baca juga:
Petir sebabkan kebakaran rumah di Kebon Jeruk
Dua warga Pamekasan disambar petir

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar