counter

Menristek sebut pola SBMPTN tahun ini lebih baik

Menristek sebut pola SBMPTN tahun ini lebih baik

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohamad Nasir. Selasa (25/6/2019). ANTARA/Laily Rahmawaty.

Sekarang mereka kita tes dulu namanya UTBK. Dari nilai tes itu dibawa ke kampus digunakan untuk mendaftar
Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebutkan pola Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, walaupun terjadi penurunan jumlah pendaftar.

"Dengan proses ini sudah lebih baik dari masa lalu," kata Nasir di Jakarta, Selasa.

Nasir menjelaskan ada perubahan pola SBMPTN tahun ini. Pada sistem SBMPTN sebelumnya, calon mahasiswa melakukan pendaftaran di perguruan tinggi lalu dites. Dengan adanya tes tersebut calon mahasiswa berspekulasi diterima atau tidak di perguruan tinggi tersebut.

Sedangkan tahun ini calon mahasiswa terlebih dahulu mengikuti Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK), lalu nilai hasil tesnya digunakan untuk mendaftar ke perguruan tinggi.

"Sekarang sistemnya terbuka, mereka kita tes dulu namanya UTBK. Dari nilai tes itu dibawa ke kampus digunakan untuk mendaftar," kata Nasir.

Setelah mendaftar lanjut Nasir, calon mahasiswa dapat melihat apakah nilainya dapat masuk atau tidak dalam rangking. Jika tidak masuk calon mahasiswa dapat menjatuhkan pilihan ke perguruan tinggi lain (PTS) untuk menghemat biaya.

"Orang sekarang cenderung lebih rasional mencari perguruan tinggi," kata Nasir.

Menurut Nasir, dengan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas input, karena nilanya makin jelas. Intake (asupan) mahasiswa baru semakin jelas, lulusan semakin berkualitas dan proses pembelajaran semakin baik.

"Model ini kita tunggu empat tahun lagi hasilnya," katanya.

Nasir juga menyebutkan proses SBMPTN tahun ini lebih baik dari masa lalu karena biasanya dalam penerimaan mahasiswa baru terjadi mobilisasi massa ke kampus sehingga menimbulkan kepadatan dan menyebabkan kemacetan di sekitar perguruan tinggi.

"Tapi sekarang tidak pernah ada lagi mobilisasi massa, karena seleksi UTBK dilakukan sebanyak 22 kali jadi tersebar dan pendaftarannya online," kata Nasir.

Pendaftaran SBMPTN resmi ditutup tanggal 24 Juni 2019. Tercatat tahun ini jumlah pendaftar SBMPTN sebanyak 714.652 orang, sedangkan tahun sebelumnya sebanyak 860.001 orang.


Baca juga: PTN pertimbangkan nilai UTBK sesuai pilihan prodi
Baca juga: Pengamat Pendidikan: UTBK PTN mengurangi spekulasi calon mahasiswa

 

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

168.742 peserta lulus SBMPTN 2019

Komentar