counter

Basarnas Jambi gelar pelatihan SAR pertolongan di gunung

Basarnas Jambi gelar pelatihan SAR pertolongan di gunung

Acara pelatihan pertolongan SAR di gunung dan hutan yang digelar oleh Basarnas Jambi di Kabupaten Kerinci, awal Juli 2019 yang diikuti oleh 40 peserta. (Antara.jambi/Ist)

Jambi (ANTARA) - Kantor Pencarian Dan Pertolongan (Basarnas) Jambi selama sepekan ke depan menggelar pelatihan potensi SAR pertolongan terhadap korban yang berada di gunung maupun hutan.

Kegiatan pelatihan itu dilaksanakan di Kabupaten Kerinci pada 1-7Juli 2019 yang diikuti oleh 40 peserta dari berbagai elemen yang terkait dalam kegiatan SAR di daerah setempat yang memang memiliki potensi terjadinya bencana di gunung dan hutan, kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi, Ibnu Harris Al Hussain, di Jambi, Senin.

Dalam sambutannya Kepala Basarnas Jambi, Ibu Harris Al-Hussain menjelaskan, pelatihan pertolongan gunung hutan sendiri diikuti peserta dari instansi pemerintah, swasta, TNI/Polri, organisasi pencinta alam dan mahasiswa berpotensi SAR di Jambi.

Nantinya 40 peserta ini akan mendapatkan materi antara lain penyelenggaraan operasi SAR, teknik pemindahan korban, bantuan hidup dasar, cedera alat gerak, serta teknik pertolongan gunung hutan.

Ibnu berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik serta menyerap seluruh materi dari 10 instruktur dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi.

Kegiatan pelatihan di Kerinci tersebut dibuka langsung oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Basarnas, Marsma TNI Heru Anggraito dan dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan pelatihan pertolongan gunung hutan tersebut merupakan bentuk pembinaan yang dilakukan Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi untuk memperoleh sumber daya manusia  yang handal dan setiap saat dapat digerakkan dalam pelaksanaan operasi.

"Pencarian dan pertolongan adalah kegiatan kemanusiaan yang dijiwai falsafah Pancasila dan UUD 1945, oleh karena itu sekiranya juga dilakukan dengan ikhlas dan sebagai potensi SAR, telah dipercaya mengemban tugas kemanusiaan," kata Heru Anggraito  di Aula Lamanda Sungai Penuh, Kerinci.

Ia mengingatkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat berpotensi terjadinya bencana dan musibah, terutama Kerinci yang memiliki gunung berapi aktif tertinggi se-Asia Tenggara itu sebagai area tugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi, maka sudah dianggap perlu untuk menggelar kegiatan itu.

Baca juga: Basarnas gelar pelatihan potensi SAR di Mentok
Baca juga: Badan SAR Nasional sosialisasi ke sekolah-sekolah
Baca juga: Kubu Raya-Basarnas edukasi masyarakat cegah kecelakaan transportasi



 
 

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar