Mahasiswa UGM KKN diharapkan beri kontribusi masyarakat perbatasan

Mahasiswa UGM KKN diharapkan beri kontribusi masyarakat perbatasan

Bupati Bengkayang bersama mahasiswa dan pendamping KKN UGM. (ANTARA/Dedi)

mahasiswa diharapkan mampu untuk menemukan formula pengembangan sumber daya genetik tanaman beras hitam agar tidak punah
Pontianak (ANTARA) - Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat, Suryatman Gidot berharap mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerahnya memberikan kontribusi terhadap masyarakat perbatasan.

"Saat saya menyambut kedatangan mahasiswa UGM, saya berharap kepada mereka ketika KKN dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat khususnya kepada masyarakat di Kecamatan Jagoi Babang yang berbatasan darat langsung dengan Serikin, Sarawak, Malaysia,” ujarnya saat dihubungi di Bengkayang, Selasa.

Gidot menjelaskan bahwa pengiriman mahasiswa KKN UGM ke Bengkayang merupakan yang kesekian kalinya dan bukan hanya dari UGM saja, melainkan dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

“Semoga ilmu pengetahuan yang dimiliki para mahasiswa dapat diaplikasikan kepada masyarakat. Sehingga memberikan manfaat bagi kemajuan daerah,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat KKN, Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Ambar Kusumandari menyebutkan jumlah mahasiswa UGM yang dikirim KKN di Jagoi Babang sebanyak 30 orang.

“Dari total mahasiswa yang KKN juga dari berbagai disiplin ilmu, yakni Fakultas Isipol, Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Budaya, Filsafat, Psikologi, Hukum, Pertanian, Peternakan, Kedokteran Hewan, Kehutanan, MIPA, Teknik, Geografi serta Biologi. Dari jumlah tersebut akan disebarkan pada dua desa, Sekida dan Kumba,” sebut dia.

Adapun program unggulan yang menjadi prioritas pengabdian masyarakat KKN ini adalah pembuatan “master plan” pariwisata dan ekonomi kreatif serta pengembangan beras hitam.

"Jagoi Babang memiliki potensi pariwisata baik dari potensi alam nya maupun potensi geografis nya sebagai daerah perbatasan," jelas Ambar Kusumandari.

Selain itu, atas kondisi geografisnya, Jagoi Babang memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sedangkan, untuk pengembangan beras hitam, dikatakan Ambar, tanaman tersebut saat ini sudah mulai langka sehingga perlu dikembangkan kembali.

"Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu untuk menemukan formula pengembangan sumber daya genetik tanaman beras hitam agar tidak punah," tegasnya.

Ambar mengatakan waktu pelaksanaan KKN dimulai pada tanggal 28 Juni dan akan berakhir 18 Agustus 2019.

“Kembali, mahasiswa akan ditempatkan di kediaman warga setempat di Desa Sekida dan Kumba. Adapun program KKN itu sendiri dijalankan dengan konsep interdisipliner yakni adanya kerja sama antar berbagai disiplin ilmu,” jelas dia.

Pewarta: Dedi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KILAS BALIK 2019 - SEPTEMBER: Dari OTT KPK hingga unjuk rasa tolak revisi UU KPK

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar