counter

Petugas siaga pantau kebakaran dua hektare lahan di Aceh Besar

Petugas siaga pantau kebakaran dua hektare lahan di Aceh Besar

Seorang petugas pemadam sedang memantau kebakaran lahan yang ditumbuhi ilalang sekitar dua hektare di Gampong Paya Keureuleh, Lembah Seulawah, Aceh Besar, Senin (15/7/2019). Foto: BPBD Aceh Besar

Ilalang terbakar sekitar 500 meter dari jalan lintas Banda Aceh-Medan
Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar terus memantau peristiwa keberadaan lahan ditumbuhi ilalang sekitar dua hektare di Gampong (Desa) Paya Keureuleh, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Senin pukul 15.55 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek mengatakan, petugas pemadam bersiaga di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan api meluas yang dapat mengancam kebun milik warga setempat.

"Ilalang terbakar sekitar 500 meter dari jalan lintas Banda Aceh-Medan. Lahan ditumbuhi rumput ilalang ini sangat mudah terbakar, dan menjalar hingga ke tebing pegunungan yang mempunyai kemiringan sangat terjal," kata dia.

Ia mengklaim, petugas bersiaga dilengkapi dengan satu unit mobil pemadam kebakaran berasal dari Pos Sare yang didampingi oleh oknum TNI/Polri setempat di lokasi kebakaran.
​​
Dari keterangan kepala desa setempat, lanjutnya, asap tebal berasal dari kebakaran rumput ilalang ini, sempat mengganggu lalulintas kendaraan karena menutupi hingga badan jalan nasional tersebut.

​​​​​​"Petugas cukup sulit untuk mencapai ke lokasi titik kebakaran, karena akses jalan yang harus dilalui lereng terjal dan rumput ilalang yang sangat tinggi," ungkapnya.

Ia mengaku, berdasarkan keterangan pihak yang berwajib, penyebab kebakaran lahan ini diduga akibat pembakaran dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab dalam membuka lahan pertanian.

"Alhamdulillah, api sudah mulai mengecil. Tapi satu unit armada pemadam beserta anggota masih siaga di lokasi," tuturnya.

"Tidak ada korban baik yang terdampak maupun jiwa. Cuma material seluas dua hektare," terang Dadek.
​​​
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh memperkirakan, hujan disertai angin kencang bakal terus melanda hampir seluruh wilayah di provinsi paling barat Indonesia ini.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad mengatakan, kecepatan angin saat rata-rata berkisar antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

"Kecepatan angin ini bisa meningkat hingga dua kali lipat, dan bahkan lebih akibat cuaca buruk yang timbul dari awan Cumulonimbus," ucapnya.

Baca juga: Kabut asap landa Aceh Barat
Baca juga: Kebakaran lahan di Aceh meluas capai 116,4 hektare
Baca juga: Kebakaran meliputi 50 hektare lahan gambut di Aceh Barat

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Situasi di Buton berangsur kondusif, petugas tetap siaga

Komentar