counter

Tertekan penguatan dolar AS, emas berjangka jatuh

Tertekan penguatan dolar AS, emas berjangka jatuh

harga emas turun (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

Dolar AS terapresiasi terhadap mata uang utama saingannya, karena para pelaku pasar menyambut data penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan
Chicago (ANTARA) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 2,30 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 1.411,20 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,44 persen menjadi 97,36 sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Dolar AS terapresiasi terhadap mata uang utama saingannya, karena para pelaku pasar menyambut data penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan.

Penjualan ritel dan layanan makanan AS meningkat 0,4 persen pada Juni dari bulan sebelumnya, mencapai 519,9 miliar dolar AS, Departemen Perdagangan melaporkan Selasa (16/7/2019). Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan kenaikan 0,1 persen.

Ketika dolar AS menguat, emas berjangka biasanya jatuh karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, harga emas naik moderat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertahan oleh penguatan dolar AS meski ditopang oleh ketidakpastian ekonomi global, naik 1,30 dolar AS atau 0,09 persen, menjadi 1.413,50 dolar per ounce.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 31,3 sen atau 2,04 persen menjadi ditutup pada 15,678 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 1,70 dolar AS atau 0,2 persen, menjadi menetap di 846,90 dolar AS per ounce.

Baca juga: Emas berjangka naik tipis tertahan penguatan dolar AS
Baca juga: Harga emas berjangka naik ditopang pelemahan dolar AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar