Piala Dunia FIBA

Marc Gasol masih lapar gelar juara, di China ia ingin memuaskannya

Marc Gasol masih lapar gelar juara, di China ia ingin memuaskannya

Pebasket Marc Gasol saat membela tim nasional Spanyol dalam Piala FIBA Eropa 2017. (ANTARA/AFP/Ozan Kose)

Jakarta (ANTARA) - Pebasket Marc Gasol mengaku masih merasakan lapar akan gelar juara kendati baru saja menjuarai NBA bersama Toronto Raptors dan di China, ketika membela tim nasional Spanyol dalam Piala Dunia FIBA 2019, ia ingin memuaskan rasa lapar itu.

"Saya akan mencoba agar rentetan kesuksesan ini berlanjut dan pulang dari China dengan sesuatu di tangan, medali juara misalnya, itu akan luar biasa," kata Gasol dilansir laman resmi FIBA Jumat.

"Saya baru saja menjuarai NBA tapi saya masih menginginkan lebih dan lebih lagi," ujarnya menambahkan.

Kesuksesan bukan hal asing bagi Gasol di timnas Spanyol, mengingat ia menjadi bagian dari roster yang menjuarai Piala Dunia FIBA 2006, Piala Eropa FIBA 2011 serta dua medali perak Olimpiade 2008 dan 2012.

"Saya memenangi banyak kejuaraan bersama timnas sejak pertama kali masuk level senior, namun saya masih ingin menang dan berada di antara mereka yang berusaha menciptakan sejarah untuk basket Spanyol," katanya.

Baca juga: Spanyol rilis nomor punggung sementara, Marc Gasol tetap pakai 13

Gasol diyakini sang pelatih kepala Sergio Scariolo bakal menjadi sosok pemimpin timnas Spanyol menyusul absennya sang kakak Pau Gasol yang didera cedera sejak Desember 2018.

Marc tak menyembunyikan rasa kecewa atas absennya sang kakak, namun ia yakin Pau akan berada di garis terdepan memberikan dukungan untuk Spanyol di China.

Ia bahkan bertekad untuk bisa membantu Spanyol lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, agar dapat berada satu lapangan dan seragam yang sama dengan kakaknya itu.

"Saya tahu ia kecewa tidak bisa bermain bersama kami nanti, tapi dia pasti akan menjadi suporter nomor satu kami. Kami akan berusaha merumuskan roster yang kuat, sehingga kendati ia absen, kami bisa mengharumkan nama Spanyol di level internasional sekali lagi," ujarnya.

"Bermain bersamanya di timnas sangat menyenangkan, sehingga kami harus melakukan yang terbaik agar bisa lolos ke Olimpiade berikutnya, agar saya dan Pau bisa mengenakan seragam ini lagi bersama-sama," pungkas Gasol.

Baca juga: Pasti sudah, Ben Simmons tak ikut Piala Dunia FIBA

Tantangan Gasol tentu tak mudah, mengingat usai menjuarai edisi 2006, langkah Spanyol selalu terhenti di babak perempat final edisi 2010 dan 2014.

Di China nanti, Gasol dkk akan tergabung di Grup C bersama Iran, Puerto Rico serta Tunisia dan akan memainkan laga penyisihan grup di Guangzhou. Tunisia bakal jadi lawan pertama Spanyol pada 31 Agustus, sebelum menghadapi Puerto Rico dan Iran tiap dua hari berselang.

Jika mampu menempati dua posisi teratas, Spanyol akan melaju ke putaran kedua di Grup J menghadapi dua tim yang lolos dari Grup D yang berisikan Angola, Filipina, Italia dan Serbia.

Baca juga: Gobert tegaskan Prancis tak cuma mau numpang main di China

Baca juga: Kanada undang 29 pemain, dari Jamal Murray hingga RJ Barrett

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berlatih basket bersama pemain NBA Jason Anthoney Richardson

Komentar