counter

Sejumlah jalan di Yogyakarta ditutup untuk pembangunan saluran air

Sejumlah jalan di Yogyakarta ditutup untuk pembangunan saluran air

Ilustrasi awal pekerjaan pembangunan drainase di Yogyakarta (DPUPKP Kota Yogyakarta)

Penutupan akan dilakukan bertahap per penggal jalan hingga nantinya tembus sampai di Jalan Babaran yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus
Yogyakarta (ANTARA) - Sejumlah ruas jalan di Kota Yogyakarta akan ditutup sementara untuk pembangunan saluran air, salah satunya di ruas Jalan Soepomo mulai simpang empat di selatan Universitas Ahmad Dahlan Kampus 3 yang ditutup mulai Senin (22/7).

“Penutupan akan dilakukan bertahap per penggal jalan hingga nantinya tembus sampai di Jalan Babaran yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus,” kata Kepala Bidang Drainase dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, sosialisasi kepada warga sudah dilakukan dan warga yang memiliki rumah atau tempat usaha di sekitar lokasi pembangunan saluran air memahami rencana perbaikan yang harus dilakukan. Saluran air hujan di lokasi tersebut kerap rusak dan menyebabkan jalan ambles.

Baca juga: Transportasi wisata Jeron Beteng Yogyakarta bertambah

“Yang justru perlu diperhatikan dalam pekerjaan revitalisasi drainase di lokasi tersebut adalah banyaknya sarana prasarana umum lain seperti kabel telepon dan lain-lain. Kami perlu sangat berhati-hati,” kata Aki.

Selain pekerjaan pembangunan saluran air di Jalan Soepomo hingga Jalan Babaran dan tembus hingga Jalan Batikan untuk masuk Sungai Manunggal, DPUPKP Kota Yogyakarta juga menangani perbaikan saluran air di Jalan Mondorakan Kotagede.

“Pekerjaan kami mulai pada 14 Agustus. Pekerjaan baru akan dilakukan mulai pukul 12.00 WIB hingga 03.00 WIB. Ini sudah kesepakatan dengan pedagang di Pasar Kotagede sehingga aktivitas berjualan mereka tidak terganggu,” katanya.

Baca juga: Permudah wisatawan, bakal dibuat jalur antar-pantai selatan Yogyakarta

Aki menyebut, pekerjaan revitalisasi drainase di Jalan Soepomo dan Jalan Mondorakan tersebut ditargetkan selesai pada Desember, namun ia berharap pekerjaan bisa selesai lebih cepat yaitu pada Oktober 2019.

Sedangkan untuk pekerjaan perbaikan saluran air di sirip-sirip Jalan Malioboro, khususnya di Jalan Suryatmajan dan Jalan Pajeksan sudah berjalan.

“Pedagang kaki lima yang ada di ruas jalan tersebut juga mendukung kegiatan. Mereka bahkan libur sekitar dua bulan agar pekerjaan perbaikan drainase bisa berjalan lancar,” katanya.

Baca juga: Yogyakarta khawatir, persaingan wisata antar wilayah semakin ketat

Perbaikan drainase di Jalan Suryatmajan dan Jalan Pejeksan tersebut dilakukan untuk mendukung program penataan kawasan Malioboro yang menjadi kawasan utama tujuan wisata di Kota Yogyakarta. Kawasan Malioboro rencananya akan diubah menjadi kawasan semi pedestrian.

Aki menyebut, pada tahun anggaran 2019, banyak pekerjaan drainase yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta dengan harapan bisa mengurangi potensi genangan yang muncul usai hujan lebat.

“Sempat ada beberapa pekerjaan yang harus dilelang ulang, tetapi kami tetap optimistis seluruh pekerjaan bisa diselesaikan pada tahun ini. Tetap sesuai tahun anggaran,” katanya.

Baca juga: Yogyakarta terapkan manajemen lalu lintas di sekitar lokasi wisata

 

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur DKI Jakarta apresiasi warga yang membangun drainase vertikal

Komentar