counter

Pelindo III salurkan bantuan mesin pencacah daun

Pelindo III salurkan bantuan mesin pencacah daun

Penyerahan satu unit mesin pencacah daun yang diberikan oleh PT Pelindo III melalui anak usahanya PT Terminal Teluk Lamong kepada Kampung Edukasi Sampah di Sekardangan Sidoarjo, Minggu (Indra)

Kampung yang berada di RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo saat ini telah menjadi "role model" dalam pengelolaan sampah dan lebih dikenal sebagai Kampung Edukasi Sampah...
Sidoarjo (ANTARA) - PT Pelindo III melalui anak usahanya PT Terminal Teluk Lamong menyalurkan bantuan mesin pencacah daun kepada Kampung Edukasi Sampah di Sekardangan, Sidoarjo, Jatim, guna menunjang edukasi tentang pengelolaan sampah kepada masyarakat, khususnya dalam pembuatan kompos.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, Dothy di Sidoarjo, Minggu mengatakan, pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian perusahaan kepada Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo yang selama ini berkiprah turut mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah.

"Kampung yang berada di RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo saat ini telah menjadi "role model" dalam pengelolaan sampah dan lebih dikenal sebagai Kampung Edukasi Sampah. Tentunya kami juga memberikan bantuan kepada masyarakat lainnya di sekitar perusahaan kami," ujarnya.

Sementara itu, Inisiator Kampung Edukasi Sampah, Edi Priyanto mengaku gembira atas bantuan mesin pencacah daun dari PT Terminal Teluk Lamong.

"Selama ini kami secara swadaya melakukan pengadaan fasilitas pendukung edukasi mengingat tempat kami telah dijadikan sebagai role model dalam pengelolaan sampah," kata Edi.

Menurut Edi, bantuan mesin pencacah daun tersebut tak hanya akan dimanfaatkan untuk mempercepat proses pengomposan pada sampah organik namun juga akan dijadikan sarana edukasi bagi pengunjung yang melakukan kunjungan belajar di tempatnya.

Saat ini RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo menjadi rujukan pembelajaran sekaligus wisata edukasi sampah. Sepanjang 2018, tercatat sebanyak 789 orang pengunjung, dan hingga awal Juli 2019 ini telah tercatat sebanyak 976 orang pengunjung yang telah datang, sehingga Edi optimistis hingga akhir 2019 pengunjung di Kampung Edukasi Sampah bisa tembus lebih dari 1.000 orang.

Dia juga mengaku terus bersemangat mengajak masyarakat untuk tidak bosan mengajak dan mengajarkan anak usia dini untuk membuang sampah pada tempatnya.

"Sebagian masyarakat masih banyak yang beranggapan, memberikan pembelajaran tentang sampah pada anak usia dini adalah sesuatu yang mudah, bahkan menganggap hal yang sepele," katanya.

Baca juga: Pelindo III terima penghargaan manajemen informasi terbaik mudik 2019

Baca juga: Pelindo terapkan pelayanan pengiriman pesan elektronik barang impor

Presiden Resmikan Terminal Teluk Lamong

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar