counter

AirAsia mendarat perdana di Bandara Internasional Yogyakarta

AirAsia mendarat perdana di Bandara Internasional Yogyakarta

AirAsia resme mendarat di Bandara Inernasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan rute Lombok-YIA. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pesawat AirAsia jenus QZ-650/PK-AZA melalukan mendarat perdana di Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dari Bandara Intenasional Lombok.

Pelaksana Manajer Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pendaratan perdana ini sesuai rencana AirAsia yang merencanakan pendaratan perdana di Bandara Internasional Yogyakarta pada 1 Agustus dengan rute Bandara Internasional Lombok-YIA-Lombok.

"Hal yang membanggakan pada penerbangan perdana ini sangat bagus untuk animo masyarakatnya. Kita kedatangan sebanyak 116 penumpang, kemudian yang berangkat 136 penumpang untuk rute YIA-Lombok," kata Pandu.

Ia mengatakan penerbangan AirAsia ini merupakan penerbangan ketujuh karena pada 6 Mei 2019 ada Citilink tujuan YIA-Halim Pedana Kusuma, disusul Batik Air ada empat, Lion ke Makasar. Batik Air dari YIA-Palangkaraya, dan YIA-Cengkarang, dan Lion ke Makasar. Untuk berikutnya akan semakin ramai lagi karena Lion ada rencana penambahan lima rute, yakni Kualanamu, Tarakan, Samarinda, Balikpapan, dan Bali.

"Penerbangan ini yang ditunggu-tunggu masyarakat. Kami sudah mengecek ke Lion, InsyaAllah dalam waktu dekat akan melakukan penerbangan dengan tujuan di atas," katanya.

Sementara memang baru akan melaksanakan penerbangan ke Lombok seminggu 3 kali. Namun jika nanti peminatnya menggembirakan, maka kemungkinan besar jumlah penerbangannya akan ditambah.

YIA memang diproyeksikan untuk menampung penumpang pesawat dari Luar Jawa ke DIY. Karena target awal direncanakan seluruh penerbangan luar jawa di Bandara Internasional Adisutjipto akan dipindahkan ke YIA.

"Penerbangan Luar Jawa di Adisutjipto akan dipindah Oktober nanti, sementara dari Jawa tetap di Adisutjipto," katanya.

Pemindahan besaran-besaran ini bakal berdampak pada jam operasional kedua bandara. Adisucipto yang sebelumnya beroperasi mulai pukul 05.00 WIB sampai 24.00 WIB akan berkurang sampai 18.00 WIB. Sebaliknya, YIA yang semula 06.00-18.00 WIB bakal tutup lebih larut sampai sekitar 23.00 WIB. "Karena yang luar Jawa penerbangan biasanya sampai larut jadi YIA akan ada penambahan jam operasional," kata Pandu.

Selain jam operasional, sejumlah fasilitas di YIA juga telah disiapkan untuk menyambut pemindahan tersebut, di antaranya penyiapan ground support, penambahan loket check in, dan juga mulai difungsikannya lantai tiga terminal keberangkatan yang memang digunakan sebagai terminal domestik.

"Pada Oktober lantai tiga sudah bisa digunakan, gatenya nanti juga akan tambah, ada enam gate yaitu 5, 6, 7, 8, 9, 10 untuk domestik, kalau gate 1, 2, 3, 4 itu gate internasional. Jadi kita akan fungsikan terminal yang benar-benar domestik," paparnya.

Salah satu penumpang AirAsia Viera mengaku sangat senang dengan penerbangan rute Lombok-YIA. Penerbangan ini diharapkan menghubungkan pusat pertumbuhan wisata di Indonesia.

"Landingnya sangat nyaman. Semoga YIA semakin berkembang," katanya.

Baca juga: Rute pesawat dari dan ke Bandara Internasional Yogyakarta makin banyak

Baca juga: Kementerian PUPR: Tol Solo-Bandara Yogyakarta dilelang Agustus 2019

Pewarta: Sutarmi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden tinjau fasilitas Bandara Internasional Yogyakarta

Komentar