Mahasiswa UNIPA praktik pengelolaan hutan di Biak Numfor

Mahasiswa UNIPA praktik pengelolaan hutan di Biak Numfor

Mahasiswa UNIPA Manokwari didampingi Kepala KPHL Biak-Supiori Aris Toteles Ap, Selasa (6/8/2019) memperlihatkan hasil praktik tentang pengelolaan hutan berupa pembuatan minyak kayu kutih, pembuatan pupuk bokashi, produk makanan olahan sagu, kue dan abon dari tanaman mangrove. (ANTARA News Papua/Muhsidin)

Biak (ANTARA) - Sembilan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Negeri Papua (UNIPA), Manokwari, Papua Barat, melakukan praktik lapangan tentang pengelolaan hutan di Kabupaten Biak Numfor, Papua, untuk mengaplikasikan teori ilmu pengetahuan di perguruan tinggi dengan kondisi nyata lingkungan alam setempat.

"Sudah dua bulan kami praktik lapangan tentang bagaimana mengelola hutan di Kantor Pengelolaan Pemangku Hutan Lindung Biak. Banyak pengalaman baru dan pengetahuan yang kami terima selama mengikuti program praktik lapangan," kata mahasiswi peserta praktik Unipa Johana Djopari di Biak, Selasa.

Ia mengakui selama praktik pengelolaan hutan telah membuat berbagai produk seperti mengelola minyak kayu putih, produk makanan abon, sagu, kue serta membuat pupuk bokashi forestry.

Johana menyampaikan terima kasih atas bimbingan langsung dari Kepala Kantor Pengelolaan Pemangku Hutan Lindung Biak-Supiori Aris Toteles Ap selama melakukan praktik lapangan pengelolaan hutan di Kabupaten Biak Numfor.

"Kami mahasiswa peserta praktik lapangan Unipa mendapat ketrampilan baru bagaimana cara mengelola lingkungan hutan dan berdampak ekonomi buat keluarga. Ini pengalaman baru untuk mahasiswa yang sangat berkesan selama berada di Biak," ujar Johana Djopari.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengelolaan Hutan Lindung Biak Aris Toteles Ap mengakui keberadaan KPHL Biak-Supiori telah menjadi tujuan belajar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia maupun Papua.

Ia berharap mahasiswa UNIPA setelah selesai melakukan praktik lapangan pengelolaan hutan di Kabupaten Biak Numfor bisa memperdalam ilmu pengetahuan saat didapat di perguruan tinggi.

Aris Toteles mengakui, keberadaan KPHL Biak-Supiori senantiasa menjadi tempat praktik mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti Unipa Manokwari, Papua Barat, Unversitas Ottow dan Geisseler Jayapura, Universitas Hasanuddin Makassar, Uncen, IPB, Universitas Pattimura Ambon serta praktik kerja siswa SMK YPK 1 Biak.

Aris Toteles menyebutkan program pengelolaan hutan dilakukan jajaran KPHL Biak-Supiori telah berhasil di lapangan sehingga selama dua tahun berturut-turut mendapat penghargaan langsung dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK). "Kami senantiasa memberikan pelayanan bagi siapapun mahasiswa yang akan melakukan praktik lapangan di lingkungan KPHL Biak-Supiori," kata Aris Toteles Ap.

Hingga, Selasa, produksi minyak kayu putih, pupuk Bokashi, produk olahanan makanan sagu,kue dan abon dihasilkan dari kegiatan praktik mahasiswa telah dikemas dan siap dipasarkan kepada masyarakat setempat.*

Pewarta: Muhsidin
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden bahas hambatan perhutanan sosial bersama para petani

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar