Sultan: Pelaku Bom Bunuh Diri Kerabat Keraton Kanoman
Minggu, 17 April 2011 23:47 WIB | 2297 Views
Kadiv Humas Irjen Pol. Polri Anton Bachrul Alam menunjukkan wajah pelaku pemboman di masjid Mapolresta Cirebon, di RS Polri Soekamto, Jakarta,Sabtu (16/4). Total korban berjumlah 30 orang, enam orang luka berat, dan satu di antaranya adalah warga sip
Berita Terkait
Cirebon (ANTARA News) - Sesepuh Kasultanan Kanoman Pangeran Raja
Mochamad Saladin mengatakan, pihaknya membenarkan kalau MS (Muchammad
Syarief, 31) terduga pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Zikro di
Markas Polisi Resor (Mapolres) Kota Cirebon masih memiliki hubungan
kekerabatan dengan Keraton Kanoman.
Kepada wartawan di
Cirebon, Minggu malam (17/4), Saladin mengatakan, MS merupakan putra
dari Ratu Srimulat (56) yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan
Keraton Kanoman.
Diakui dia, kendati salah satu kerabatnya diduga terlibat dalam aksi
bom bunuh diri yang menewaskan dirinya dan melukai sekitar 30 orang
itu, pihak Keraton Kanoman menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut
kepada aparat kepolisian.
"Dimata hukum, semua warga negara sama. Bila memang benar MS terbukti
pelakunya, kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum," papar
Pangeran Raja Mochamad Saladin yang juga kakak dari Sultan Kanoman XII
Muhammad Emirrudin.
Menuru dia, semua dampak persoalan hukum seluruh kerabat keraton yang
dilakukan secara pribadi merupakan tanggung jawab personel. "Keberadaan
keraton tidak sepenuhnya bisa dikaitkan untuk ikut memikul tanggung
jawab tersebut. Namun kami tetap merasa prihatin bila ada kasus-kasus
hukum yang menimpa anggota kerabat keraton," tukasnya.
Pelaku aksi bom bunuh diri mulai memperoleh titik terang. Pelaku diduga
bernama Muchammad Syarief (31), warga Gang Rara Kuning II, RT 03/ RW 6,
Kampung Astanagarib Utara, Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan,
Kota Cirebon, Jawa Barat.
Namun demikian hingga kini pihak kepolisian setempat masih mendalami
dugaan keterlibatan anggota keluarga keraton tersebut. (ANT/K004)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com