Jakarta (ANTARA News) - Drummer grup band Blink 182, Travis Barker, memutuskan tidak ikut tur ke Australia karena takut terbang.

Ia masih trauma akibat kecelakaan pesawat yang dialaminya tahun 2008 lalu. Kecelakaan itu menewaskan empat orang.

Barker  menjadi salah satu dari dua korban selamat dari pesawat pribadi yang meledak saat akan terbang.

Kecelakaan itu menewaskan dua orang temannya dan Barker sendiri pun harus dirawat selama beberapa bulan di rumah sakit akibat terluka.

"Saya masih belum bisa melupakan kejadian mengerikan saat saya terakhir kali terbang," kata Barker, dalam akun Facebook-nya.

Melalui pernyataan, anggota Blink 182 lainnya, Tom DeLonge dan Mark Hoppus, mengatakan mereka mengetahui Travis masih takut untuk naik pesawat. Meski begitu, mereka tetap ingin tampil menghibur penggemarnya di Australia.

"Kami bertiga berusaha untuk tampil di sana lengkap," demikian bunyi pernyataan Blink 182, seperti yang dikutip dari BBC.

Dalam tur ini, Barker diganti oleh Brooks Wackerman yang juga tergabung dalam Bad Religion.

Sebelumnya, Hoppus pernah menyatakan band-nya berjuang mengatasi komitmen tur dunia mereka dengan ketakutan Barker.

"Travis ke sana (Inggris Raya) naik bus dari Los Angeles ke New York, lalu naik kapal. Naik bus lagi. Begitu," kata Hoppus.

(nta)