Sabtu, 26 Juli 2014

Iran: Amerika Latin dapat bantu selesaikan krisis Suriah

Selasa, 7 Mei 2013 19:43 WIB | 2.637 Views
Iran: Amerika Latin dapat bantu selesaikan krisis Suriah
Ali Akbar Salehi (REUTERS)
Teheran (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Iran Ali-Akbar Salehi menyerukan kerja sama antara Iran dan negara Amerika Latin guna menyusun penyelesaian damai bagi krisis yang berlangsung di Suriah, kata Press TV, Selasa.

Salehi mengeluarkan pernyataan tersebut dalam satu pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Rogelio Sierra Diaz, yang sedang berkunjung, di Ibu Kota Iran, Teheran, Senin (6/5).

Pejabat Iran tersebut menyampaikan harapan bahwa kerja sama antara Republik Islam dan negara Amerika Latin, terutama Kuba, akan membantu mengakhiri kerusuhan yang meletus di Suriah pada Maret 2011, demikian isi laporan itu.

Iran dan Kuba dapat memberi sumbangan bagi penyelesaian krisis di Suriah mengingat posisi khusus Kuba sebagai salah satu pendiri Gerakan Non-Blok (GNB), kata Salehi sebagaimana dikutip Press TV.

Mengenai hubungan Iran dan Kuba, Menteri Luar Negeri Iran itu menyerukan peningkatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, demikian laporan Xinhua, Selasa malam.

Pada gilirannya, Sierra Diaz memuji hubungan bersahabat antara Teheran dan Havana, dan Kuba mendukung tindakan konstruktif Iran untuk menyelesaikan krisis regional.

Sierra Diaz juga bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Eropa dan Amerika Ali Asghar Khaji pada Senin.

Dalam pertemuan itu, Khaji mengatakan negara merdeka seperti Iran dan Kuba dapat bekerjasama melawan kebijakan sebagian negara Barat yang mengancam kestabilan regional dan global, kata Press TV.

Pejabat Iran tersebut menyatakan negara tertentu Barat, yang mengaku sebagai penganjur hak asasi manusia, mendukung pelaku teror di Suriah dan memperlihatkan standard ganda dalam kebijakan mereka.

Kedua pihak juga membahas perkembangan di Amerika Latin dan Timur Tengah dan menggaris-bawahi perlunya untuk menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah negara serta mematuhi prinsip tak mencampuri urusan dalam negeri di negara lain, kata laporan itu.

(C003)

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga