Selasa, 26 September 2017

BNPB bentuk Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia

| 6.505 Views
BNPB bentuk Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia
Dokumentasi petani memanen kopi yang tertutup debu vulkanik Gunung Sinabung, di Desa Kuta Rakyat, Karo, Sumatera Utara, Kamis (6/2). Meskipun sebagian besar lahan para warga rusak akibat letusan gunung berapi itu, beberapa petani tetap memanen tanaman mereka untuk dijual. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
... peserta pertemuan itu sebanyak 365 ilmuwan, peneliti, perekayasa, akademisi dan praktisi di bidang kebencanaan... "
Jakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB), membentuk Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) untuk membangun dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi kebencanaan dalam mengurangi risiko bencana.

"IABI ini forum para ahli kebencanaan dalam mempercepat penanggulangan bencana alam seperti tsunawi, kebakaran hujan, banjir, gempa bumi dan lainnya," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB, Sutopo Nugroho, di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan, IABI terbentuk sebagai hasil Pertemuan Ilmiah Tahunan 2014 di Surabaya pada Juni 2014 yang didukung Kemdikbud dan Kemristek.

"Pertemuan pertama ini telah sukses menghasilkan cetak biru penelitian kebencanaan untuk periode 2015 hingga 2019," ujarnya.

Selain cetak biru tersebut, kata dia, para peserta pertemuan itu sebanyak 365 ilmuwan, peneliti, perekayasa, akademisi dan praktisi di bidang kebencanaan.

"Para ilmuwan ini setuju membentuk suatu wadah dalam saling berkoordinasi dan berkomunikasi, bertukar pikiran dan informasi untuk melaksanakan peran mereka menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi membangun ketahanan di semua tingkatan," ujarnya.

Menurut dia, sebagai wadah koordinasi dan berbagi antar pelaku ini dapat pengurangan risiko bencana dan dapat membangun kesadaran bersama dan mampu membangun dialog serta mengembangkan jejaring antarpihak.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat menyinergikan kegiatan sektoral sehingga dapat dijadikan ajang pembelajaran bersama bagi IABI seluruh Indonesia.

"Dalam penangganan bencana diperlukan pemikiran dan teknologi yang tepat, sehingga penangganan dan mencegah bencana tersebut dapat  tepat dan cepat serta kerugian dapat ditekan," ujarnya. 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga