...kebahagiaan kami sempat terusik karena ada anggota kejaksaan yang masih nakal, terpaksa harus berurusan dengan KPK."
Jakarta (ANTARA News) - Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan kebahagiaan korps Adhyaksa terusik karena adanya oknum di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu yang tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

"Hanya kebahagiaan kami sempat terusik karena ada anggota kejaksaan yang masih nakal, terpaksa harus berurusan dengan KPK," katanya dalam acara buka bersama yang diikuti oleh Ketua KPK Agus Rahardjo serta sejumlah anggota Komisi III DPR RI di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin.

Kendati demikian, ia menyatakan kerja kejaksaan jangan sampai terganggu dengan adanya oknum tersebut. "Kami tidak berhenti memberikan petunjuk dan arahan. Tapi kami mohon maaf jaksa itu ada 10 ribu lebih, bukan 1-2 orang saja," katanya.

Tapi, kata dia, pihaknya tetap memberikan apresiasi kepada KPK. "KPK harus sering menangkap lagi," katanya.

Dalam sambutannya itu, tugas kejaksaan mengalami berbagai permasalahan, hambatan dan tantangan. "Puasa ini akan kita matangkan diri dalam menghadapinya. Kalau merasa dirinya didzhalimi itu bisa dihadapi, saya minta petugas hadapi dengan kebersihan, hilangkan dengan kepentingan rekayasa," katanya.

Ketika kalian dicaci maki, dicerca, selama bekerja dengan benar, banyak sumpah akan mengurangi dosa kita agar kita bisa masuk surga, katanya di hadapan sejumlah kepala kejaksaan tinggi (kejati).

Kejaksaan Agung menghormati operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap salah satu jaksa di Kejaksaan Tinggi Bengkulu terkait dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait proyek-proyek di BWS VII Sumatera Bengkulu.

"Bapak Jaksa Agung memerintahkan saya untuk berkoordinasi terkait operasi tangkap tangan salah satu jaksa di Kejati Bengkulu. Kejaksaan sangat menghormati proses penindakan KPK dan akan memfasilitasi segala sesuatu terkait proses itu," kata Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung Widyo Pramono saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Widyo menyatakan bahwa dirinya selaku Jamwas dan jajaran di Kejaksaan Agung lainnya sesungguhnya sudah tidak henti-hentinya untuk berupaya agar jaksa tidak bermain-main di dalam penanganan penyelesaian suatu perkara.

Pewarta: Riza Fahriza
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017