Selasa, 26 September 2017

Jepang bidik pembangunan kawasan industri di luar Jabodetabek

| 3.677 Views
Jepang bidik pembangunan kawasan industri di luar Jabodetabek
Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, Imam Haryono. (Kementerian Perindustrian)
Jakarta (ANTARA News) - Jepang membidik pembangunan kawasan industri di luar daerah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), sehingga investor Jepang meminta penjelasan lebih mendalam kepada Kementerian Perindustrian.

"Iya, kami diundang karena mereka meminta penjelasan. Selama ini kan Jepang 90 persen menanamkan investasi dan mengembangkan kawasan industri di Jabodetabek," ujar Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, Imam Haryono, dihubungi ANTARA News, di Jakarta, Rabu.

Dia akan terbang ke Jepang untuk memberikan penjelasan terkait peluang investasi dibidang kawasan industri di Indonesia pada pertengahan September 2017 bersama beberapa pengembang kawasan asal Indonesia.

Imam akan berdiskusi dengan para investor yang berasal dari berbagai daerah di Jepang, di antaranya Kyoto, Nara, Kobe, Nagoya, Osaka dan Kansai.

Adapun para investor itu dari berbagai sektor industri, yakni otomotif, maritim, agro dan petrokimia.

Diketahui, investasi sektor kawasan industri tengah menggeliat di Indonesia, yang ditandai dengan keluarnya 16 rekomendasi izin perusahaan dari Kementerian Perindustrian.

"Rekomendasi izin kami keluarkan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar akan membangun kawasan industri. Investasi bidang kawasan industri sedang menggeliat," kata Imam.

Dengan demikian, pembangunan kawasan industri diprediksi akan meningkat dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun ke depan.

Kawasan industri baru tersebut, di antaranya berada di pulau Jawa, yakni Karawang, Bekasi, Majalengka, Tangerang dan Sidoarjo.

Sementara itu, yang tersebar di luar Jawa, antara lain kawasan industri di Ketapang, Penajam Paser Utara, Deli Serdang, Simalungun, Muaro Jambi, dan Gorontalo Utara.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga