Surabaya (ANTARA News) - Satu tim dari Universitas Arizona (Arizona State University) "School of Earth and Space Explorations" akan meneliti fenomena semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Mereka akan tiba di Surabaya, Selasa (29/4) dan dipimpin oleh Dr Amanda Clark, seorang pakar vulkanologi Amerika. Public Relations dan Media Executive Moores Rowland Indonesia (Konsultan bisnis), Susi Herawati dalam siaran persnya, Senin, mengatakan, Dr Clark akan didampingi tim pakar gunung berapi lumpur, termasuk Dannie Hidayat dari Penn State University. "Mereka merupakan pakar geologi Indonesia dan pakar geo-kimia Hillary Hartnet. Ikut pula Ramon Arrowsmith, seorang pakar tektonik dan pergerakan bumi dari ASU," katanya. Gunung berapi lumpur selama ini memang telah memuntahkan ribuan meter kubik lumpur setiap harinya, sejak 29 Mei 2006. Bahkan telah menggenangi beberapa desa di sekitarnya, sehingga ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal mereka. Sebelumnya, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) bersama sejumlah lembaga peneliti dari BPPT, Badan Geologi, dan LIPI, serta peneliti asing dari Jepang, Norwegia, dan Rusia, juga meneliti tentang terjadinya semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. Peneliti Norwegia, Adriano Mazzini, seorang ahli mud vulcano Norwegia itu tertarik meneliti, karena kondisi semburan lumpur di Porong yang tak kunjung berhenti, sekaligus untuk mengetahui penyebab semburan. Ia melakukan penelitian dengan mengambil sampel gas di pusat semburan lumpur Lapindo. Selanjutnya, mengambil sampel gas dengan semacam cerobong yang dimasukkan ke pipa yang ujungnya tertutup rapat. Kemudian, ia melakukan penelitian dengan gas helium, yang dilakukan di laboratorium luar negeri. Susi menambahkan bahwa semburan ini akibat adanya patahan yang terjadi di Arjuna-Penanggungan-Welirang (gunung)-Porong-Kalanganyar-Madura.(*)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2008