counter

Menteri Susi pimpin gerakan masyarakat bersihkan sampah laut

Menteri Susi pimpin gerakan masyarakat bersihkan sampah laut

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memimpin gerakan berisih laut di Pantai Timur, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (18/8/2019). (ANTARA/Sugiharto Purnama)

Laut menjadi bagian dari negeri kita yang sangat penting, karena 71 persen wilayah Indonesia adalah laut
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Minggu sore, memimpin gerakan sosial masyarakat Indonesia membersihkan sampah yang mengotori kawasan pesisir pantai untuk mengurangi sampah plastik yang masuk laut.

"Laut menjadi bagian dari negeri kita yang sangat penting, karena 71 persen wilayah Indonesia adalah laut," kata Susi Pudjiastuti di Jakarta.

Dengan mengenakan kaos putih dan topi putih, dia memimpin gerakan bersih pantai bertajuk "Menghadap Laut 2.0" untuk membangun kesadaran bangsa Indonesia bahwa laut adalah masa depan bangsa.

Baca juga: Susi ajak masyarakat bersihkan laut lewat aksi "Menghadap Laut 2.0"

Gerakan sosial ini dipusatkan di Pantai Timur Kelurahan Ancol, Jakarta, dengan agenda membersihkan laut serentak di 108 titik seluruh Indonesia.

Tepat pukul 16.00 WIB, mereka menyanyikan lagu Padamu Negeri yang disiarkan live melalui Instagram untuk menumbuhkan rasa kepedulian kepada lingkungan.

Susi menjelaskan sampah plastik sekali pakai saat ini merupakan salah satu persoalan terbesar di lautan Indonesia dan menjadi negara kedua penyumbang sampah terbesar di dunia, setelah China.

Karena itu, persoalan sampah harus diselesaikan segera agar menimbulkan dampak ekologis.

Baca juga: Kapolda Papua prihatin perairan Jayapura dipenuhi sampah

"Jangan ada lagi yang membuang sampah ke laut dan kurangi penggunaan plastik sekali pakai. Laut milik bangsa, yang harus menjaga bukan hanya pemerintah atau pandu laut saja, tetapi kita semua,” pesannya.

Ia menyebutkan dalam rangka menjaga keberlanjutan sumber daya laut, Indonesia telah mengembangkan kawasan konservasi perairan hingga mencapai 22,69 juta hektare.

Dari keseluruhan luas itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengelola kawasan konservasi perairan seluas 5,34 juta hektare, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengelola 4,63 juta hektare, dan Pemerintah Daerah mengelola 12,68 juta hektare.

Baca juga: Susi: laut Indonesia dikenal jadi tempat buang limbah minyak

Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.181 kilometer sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, dengan luas perairan laut mencapai 5,8 juta kilometer persegi.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 buah, laut adalah penopang hidup bangsa Indonesia.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor Hariadi Kartodihardjo menyampaikan laut adalah bagian vital kehidupan. Selain menjadi media sirkulasi air, laut juga menjadi pengatur siklus hidup di wilayah daratan.

"Lingkungan hidup laut menjadi penopang sosial ekonomi masyarakat. Meski masyarakat tahu betapa vital fungsinya bagi kehidupan, kebanyakan orang enggan menggunakan pengetahuan tersebut untuk bertindak," kata Hariadi.

Baca juga: Lampung canangkan laut bersih dan resmikan kapal pembersih sampah

 

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

HUT RI ke-74 sebagai momentum peduli laut

Komentar